SUKABUMIUPDATE.com - Demam, badan lemas, sakit kepala, dan nyeri otot sering dianggap sebagai tanda flu biasa. Padahal, keluhan serupa juga dapat muncul pada infeksi dengue atau demam berdarah dengue (DBD).
Kemenkes menjelaskan bahwa pada fase awal, dengue memang dapat menyerupai penyakit demam lain sehingga sulit dibedakan hanya berdasarkan gejala. Karena itu, mengenali pola keluhan dan tanda peringatan penting dilakukan, terutama ketika demam muncul secara tiba-tiba. Lantas, apa yang membedakan gejala awal DBD dengan flu dan penyakit lain?
DBD: Demam Tinggi Mendadak dan Nyeri di Balik Mata
Gejala dengue biasanya muncul sekitar 4–10 hari setelah infeksi dan dapat berlangsung selama 2–7 hari. Keluhan yang umum meliputi demam tinggi, sakit kepala berat, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, pembengkakan kelenjar, serta ruam.
Demam pada dengue dapat muncul mendadak dan mencapai sekitar 40 derajat Celsius. Nyeri di belakang mata serta nyeri otot dan sendi menjadi keluhan yang perlu diperhatikan.
Salah satu hal yang dapat membantu membedakannya dari flu adalah keluhan saluran pernapasan seperti batuk dan pilek bukanlah gejala yang paling khas pada dengue. Namun, ketiadaan batuk atau pilek saja tidak cukup untuk memastikan seseorang terkena DBD.
Baca Juga: Musim Mangga Tiba, Ini Manfaat Buah Mangga untuk Kesehatan yang Sayang Dilewatkan
Flu: Batuk, Sakit Tenggorokan, dan Hidung Tersumbat Lebih Menonjol
Influenza juga dapat menyebabkan demam, sakit kepala, kelelahan, dan nyeri tubuh sehingga mudah tertukar dengan dengue. Bedanya, flu merupakan infeksi saluran pernapasan dan biasanya disertai batuk, sakit tenggorokan, serta hidung berair atau tersumbat.
Flu juga cenderung muncul secara tiba-tiba. Namun, tidak semua orang yang terkena influenza mengalami demam sehingga keberadaan atau tidak adanya demam tidak bisa menjadi satu-satunya pembeda.
Pilek Biasa: Gejalanya Cenderung Lebih Ringan
Pilek biasa juga dapat menyebabkan hidung berair, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, batuk, dan rasa tidak enak badan. Gejala pilek umumnya lebih ringan dibandingkan flu, sementara hidung berair atau tersumbat lebih sering ditemukan pada pilek.
Karena itu, jika demam tinggi mendadak disertai nyeri tubuh yang cukup berat tetapi tanpa keluhan pernapasan yang menonjol, dengue dapat menjadi salah satu kondisi yang perlu dipertimbangkan, terutama di wilayah yang memiliki penularan dengue.
Chikungunya: Nyeri Sendi Bisa Lebih Menonjol
Chikungunya juga ditularkan melalui gigitan nyamuk dan memiliki beberapa gejala yang mirip dengan dengue. Demam dan nyeri sendi sebagai gejala yang paling umum, yang dapat disertai sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan sendi, dan ruam.
Pada chikungunya, nyeri sendi dapat sangat menonjol dan pada sebagian orang bisa bertahan lebih lama. Namun, dengue dan chikungunya tetap tidak dapat dibedakan secara pasti hanya berdasarkan gejala karena keduanya dapat memiliki gambaran klinis yang serupa.
Baca Juga: Temulawak Bukan Sekadar Jamu, Ini Manfaatnya untuk Pencernaan hingga Hati
Waspadai Saat Demam Mulai Turun
Salah satu hal penting pada dengue adalah demam yang turun tidak selalu berarti kondisi sudah membaik. Tanda dengue berat sering muncul setelah demam mereda, antara lain nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan dari gusi atau hidung, napas cepat, lemas berat, kulit pucat dan dingin, serta adanya darah pada muntahan atau tinja.
Pada akhirnya, gejala awal DBD, flu, pilek, dan chikungunya memang dapat saling menyerupai. Karena itu, jangan mencoba memastikan diagnosis hanya dari gejala. Bila demam tinggi muncul mendadak, berlangsung beberapa hari, atau disertai nyeri hebat maupun tanda bahaya, pemeriksaan tenaga kesehatan diperlukan untuk menentukan penyebabnya.
Baca Juga: 10 Jenis Minyak yang Biasa Digunakan untuk Kecantikan, Kenali Kegunaan dan Manfaatnya
Sumber: Kemenkes
Editor : Silvi Maharani