SUKABUMIUPDATE.com - Tekanan darah menjadi salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh. Namun, masih banyak orang yang belum mengetahui berapa angka tekanan darah yang tergolong normal dan kapan seseorang perlu mulai waspada.
Secara umum, tekanan darah ditulis dengan dua angka, misalnya 120/80 mmHg. Angka pertama disebut tekanan sistolik, yaitu tekanan dalam pembuluh darah ketika jantung berkontraksi. Sementara angka kedua adalah tekanan diastolik, yakni tekanan ketika jantung beristirahat di antara denyut. Lantas, berapa tekanan darah yang normal?
Baca Juga: Fenomena Hipertensi pada Generasi Muda, Apa Penyebabnya?
Kategori Tekanan Darah
Tekanan darah normal pada orang dewasa adalah di bawah 120/80 mmHg. Artinya, tekanan sistolik kurang dari 120 mmHg dan tekanan diastolik kurang dari 80 mmHg.
Namun, tekanan darah memiliki beberapa kategori. Berikut batasannya:
- Normal: tekanan sistolik di bawah 120 mmHg dan diastolik di bawah 80 mmHg.
- Meningkat: tekanan sistolik 120–129 mmHg dan diastolik di bawah 80 mmHg.
- Hipertensi tahap 1: tekanan sistolik 130–139 mmHg atau diastolik 80–89 mmHg.
- Hipertensi tahap 2: tekanan sistolik 140 mmHg atau lebih atau diastolik 90 mmHg atau lebih.
Jika salah satu angka berada pada kategori yang lebih tinggi, hasil pengukuran dapat masuk ke kategori tersebut. Misalnya, tekanan darah 135/75 mmHg masuk kategori hipertensi tahap 1 berdasarkan tekanan sistoliknya.
Perlu diketahui bahwa batas kategori tekanan darah dapat berbeda antara pedoman.
World Health Organization (WHO) mendefinisikan hipertensi pada orang dewasa sebagai tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih. Diagnosis tidak ditentukan hanya dari satu kali pemeriksaan, melainkan berdasarkan hasil pengukuran pada dua hari yang berbeda.
Karena itu, hasil seperti 135/85 mmHg tidak otomatis berarti hipertensi angka tersebut tetap perlu diperhatikan dan dipantau karena berada di atas rentang normal.
Tekanan darah dapat berubah sepanjang hari. Aktivitas fisik, stres, konsumsi kafein, posisi tubuh, hingga kondisi saat pemeriksaan dapat mempengaruhi hasil.
Karena itu, satu hasil pengukuran yang lebih tinggi dari biasanya tidak selalu berarti seseorang mengalami hipertensi.
Cara mengukur tekanan darah juga penting. Sebelum pemeriksaan, sebaiknya duduk dengan posisi nyaman dan punggung tersangga, kedua kaki menapak di lantai, lengan ditopang setinggi jantung, serta tidak berbicara selama pengukuran.
Hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Pemeriksaan tekanan darah merupakan cara untuk mengetahui apakah seseorang mengalami tekanan darah tinggi.
Jika tidak dikendalikan, tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal.
Karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara berkala tetap penting meskipun seseorang merasa sehat.
Baca Juga: Hasil CKG Ungkap Ancaman Kesehatan Warga Sukabumi, Prehipertensi dan Obesitas Mendominasi
Cara Menjaga Tekanan Darah Tetap Sehat
Beberapa kebiasaan dapat membantu menjaga tekanan darah tetap berada dalam rentang sehat, di antaranya:
- Mengurangi konsumsi garam.
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
- Rutin melakukan aktivitas fisik.
- Menjaga berat badan tetap sehat.
- Tidak merokok.
- Membatasi konsumsi alkohol.
- Mengelola stres.
- Memeriksa tekanan darah secara berkala.
Perubahan gaya hidup merupakan bagian penting dalam mencegah dan membantu mengendalikan tekanan darah tinggi.
Untuk orang dewasa, tekanan darah di bawah 120/80 mmHg termasuk kategori normal.
Sementara itu, WHO menggunakan batas 140/90 mmHg atau lebih untuk mendefinisikan hipertensi pada orang dewasa, dengan diagnosis berdasarkan pengukuran pada hari yang berbeda.
Yang terpenting, jangan langsung menyimpulkan kondisi kesehatan hanya berdasarkan satu hasil pengukuran. Jika tekanan darah berulang kali berada di atas batas normal, konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
Baca Juga: Cuaca Jabar 30 September 2026, di Akhir Bulan Sukabumi Potensi Hujan Lebat di Siang Hari
Sumber: AHA,WHO
Editor : Silvi Maharani