SUKABUMIUPDATE.com - Kerusakan gigi sering kali tidak langsung menimbulkan rasa sakit. Pada tahap awal, perubahan yang terjadi bisa sangat kecil sehingga tidak disadari. Padahal, jika dibiarkan, kerusakan tersebut dapat berkembang menjadi gigi berlubang yang lebih dalam dan memerlukan perawatan lebih lanjut.
Dilansir dari kemenkes, gigi berlubang atau karies terjadi ketika lapisan keras gigi mengalami kerusakan akibat proses yang melibatkan bakteri dan asam di dalam mulut. Konsumsi makanan atau minuman manis yang berlebihan serta kebersihan gigi yang kurang terjaga dapat meningkatkan risikonya. Lantas, apa saja tanda gigi mulai mengalami kerusakan yang perlu diperhatikan?
1. Muncul Bintik Putih pada Permukaan Gigi
Salah satu tanda awal kerusakan gigi adalah munculnya bercak putih atau putih kapur pada permukaan gigi. Perubahan ini dapat menandakan hilangnya mineral dari enamel, yaitu lapisan terluar gigi.
Pada tahap awal, proses tersebut belum tentu membentuk lubang yang nyata. Jika terdeteksi lebih dini, kerusakan yang belum membentuk lubang terkadang dapat dihentikan atau diperbaiki melalui proses remineralisasi dengan bantuan fluoride dan perawatan yang tepat.
Baca Juga: Timnas Indonesia Bungkam Bangladesh 9-2 di FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir: Tuhan Bersama Kita!
2. Muncul Noda Cokelat atau Hitam pada Gigi
Perubahan warna pada gigi juga patut diperhatikan, terutama jika muncul pada bagian tertentu dan disertai perubahan tekstur permukaan gigi.
Noda putih, cokelat, atau hitam dapat berkaitan dengan karies. Namun, perubahan warna juga bisa disebabkan oleh noda makanan, minuman, atau faktor lain sehingga tidak dapat langsung dipastikan sebagai gigi berlubang hanya berdasarkan tampilannya.
3. Gigi Mulai Ngilu saat Makan atau Minum
Pernah merasakan ngilu saat minum air dingin, menikmati makanan panas, atau mengkonsumsi sesuatu yang manis?
Kondisi tersebut dapat menjadi tanda gigi mengalami sensitivitas. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah kerusakan enamel akibat karies yang membuat lapisan di bawahnya lebih mudah terpapar rangsangan.
4. Makanan Sering Tersangkut di Tempat yang Sama
Makanan yang berulang kali terselip pada area gigi tertentu juga perlu diperhatikan, terutama jika sebelumnya tidak pernah terjadi.
Kondisi ini dapat berkaitan dengan lubang pada gigi atau perubahan pada kontak antargigi. Sisa makanan yang tertinggal dapat menyulitkan pembersihan dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
Baca Juga: Cuaca Jabar 2 Oktober 2026, Sukabumi Potensi Berawan hingga Hujan
5. Gigi Terasa Sakit saat Mengunyah
Rasa sakit ketika menggigit atau mengunyah makanan dapat menjadi tanda bahwa gigi membutuhkan pemeriksaan.
Keluhan tersebut bisa muncul ketika kerusakan gigi sudah berkembang lebih jauh. Akan tetapi, gigi retak, tambalan yang rusak, atau gangguan pada jaringan penyangga gigi juga dapat menyebabkan nyeri saat mengunyah.
6. Muncul Lubang Kecil atau Permukaan Gigi Terasa Kasar
Lubang yang terlihat jelas merupakan tanda kerusakan struktur gigi. Pada sebagian orang, lubang dapat tampak seperti titik kecil, cekungan, atau bagian permukaan yang berubah bentuk.
Sayangnya, tidak semua lubang mudah terlihat karena dapat berada di sela-sela gigi atau pada lekukan geraham. Itulah sebabnya pemeriksaan visual di rumah belum tentu cukup untuk mengetahui seluruh kondisi gigi.
7. Nyeri Gigi Muncul Spontan atau Berlangsung Lebih Lama
Tanda lain yang tidak boleh diabaikan adalah nyeri yang muncul tanpa rangsangan yang jelas, terasa berdenyut, atau bertahan setelah mengonsumsi makanan dan minuman panas maupun dingin.
Keluhan tersebut dapat mengindikasikan kerusakan yang sudah mencapai bagian dalam gigi, termasuk pulpa yang mengandung saraf dan pembuluh darah. Jika terjadi peradangan atau infeksi, perawatan yang dibutuhkan bisa lebih kompleks dibandingkan kerusakan pada tahap awal.
Pada akhirnya, gigi yang tidak terasa sakit belum tentu bebas dari kerusakan. Mengenali perubahan sejak awal dan memeriksakan gigi secara berkala dapat membantu mencegah masalah berkembang lebih jauh. Jangan menunggu sampai nyeri mengganggu aktivitas untuk mulai memperhatikan kesehatan gigi dan mulut.
Baca Juga: Diduga Akibat Puntung Rokok, Kebakaran Lahan di Simpenan Sukabumi Sempat Ancam Perumahan
Sumber: Kemenkes
Editor : Silvi Maharani