Sukabumi Update

Musim Hujan Datang, Ini Penyakit yang Perlu Diwaspadai

Ilustrasi, Musim Hujan Datang, Ini Penyakit yang Perlu Diwaspadai (Sumber : Freepik)

SUKABUMIUPDATE.com - Musim hujan mulai mendekat di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan memasuki musim hujan pada November hingga Desember 2026. Puncak musim hujan di banyak wilayah diprediksi terjadi pada Desember 2026 hingga Februari 2027.

Perubahan kondisi lingkungan saat musim hujan, terutama ketika terjadi genangan dan banjir, dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan tubuh menjadi penting agar tidak mudah terserang penyakit. Berikut beberapa penyakit yang perlu diwaspadai saat musim hujan.

1. Demam Berdarah Dengue (DBD)

DBD menjadi salah satu penyakit yang perlu diperhatikan ketika musim hujan. Genangan air yang muncul di sekitar rumah dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti, yang menularkan virus dengue.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menerapkan pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras, menutup, dan mendaur ulang atau menyingkirkan barang yang dapat menjadi tempat penampungan air.

Baca Juga: Sebelum Musim Hujan Datang, Lakukan 7 Hal Ini untuk Mengurangi Risiko Banjir

2. Diare

Diare juga perlu diwaspadai, terutama ketika hujan deras menyebabkan banjir. Air yang tercemar dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan apabila digunakan untuk minum atau memasak.

Menjaga kebersihan tangan, memastikan makanan dan minuman tetap bersih, serta menggunakan sumber air yang aman menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko diare.

3. Leptospirosis

Penyakit ini mungkin tidak sepopuler DBD, tetapi perlu diperhatikan terutama setelah banjir. Leptospirosis disebabkan bakteri Leptospira yang dapat ditularkan melalui urine hewan terinfeksi, terutama tikus, yang mencemari air atau tanah.

Risikonya dapat meningkat ketika seseorang bersentuhan dengan air banjir yang tercemar, terutama jika memiliki luka pada kulit.

Karena itu, sebisa mungkin hindari kontak langsung dengan air banjir. Jika harus melewati daerah banjir, gunakan perlindungan yang sesuai dan segera bersihkan tubuh setelahnya.

4. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

ISPA juga termasuk penyakit yang perlu diperhatikan saat musim hujan. Gejalanya dapat berupa batuk, pilek, dan demam, sementara pada kondisi tertentu dapat disertai sesak atau nyeri dada.

Baca Juga: MK Tak Temukan Bukti Gibran Miliki Ijazah Setara SLTA, Tolak Soal Diskualifikasi Wapres

5. Penyakit Kulit

Lingkungan yang lembap dan kontak dengan air yang tidak bersih juga dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kulit. Kondisi ini semakin perlu diperhatikan ketika terjadi banjir dan akses terhadap air bersih menjadi terbatas.

Menjaga kebersihan tubuh, segera mengganti pakaian yang basah, dan menghindari kontak dengan air banjir jika tidak diperlukan dapat menjadi langkah pencegahan.

6. Penyakit Saluran Pencernaan Lain

Selain diare, gangguan saluran pencernaan lainnya juga perlu diwaspadai ketika kebersihan makanan dan air sulit terjaga. Makanan yang terkontaminasi atau kurang higienis dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pencernaan.

Musim hujan bukan berarti seseorang pasti akan mengalami penyakit-penyakit tersebut. Namun, risiko dapat meningkat dalam kondisi tertentu, terutama ketika terjadi banjir, genangan, lingkungan yang kotor, atau keterbatasan air bersih.

Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan, memberantas tempat berkembang biak nyamuk, memastikan makanan dan air tetap aman, serta menghindari kontak dengan air banjir dapat membantu menjaga kesehatan selama musim hujan.

Baca Juga: Air Jadi Penyebab? Diare Massal, Warga Gunungguruh Sukabumi Ngeluh Mual dan Pusing

Sumber: BMKG, Kemenkes

Editor : Silvi Maharani

Tags :
BERITA TERKAIT