SUKABUMIUPDATE.com - Menjaga kesehatan gigi bukan hanya soal rajin menyikat gigi. Tanpa disadari, sejumlah kebiasaan sehari-hari seperti terlalu sering mengonsumsi makanan manis hingga mengabaikan pemeriksaan gigi dapat meningkatkan risiko gigi berlubang dan masalah pada gusi.
Kerusakan gigi atau karies merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum di dunia. Kondisi ini sebenarnya dapat dicegah dengan menjaga kebersihan mulut dan mengurangi faktor risikonya. Lantas, kebiasaan apa saja yang sebaiknya mulai diperhatikan?
1. Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan dan Minuman Manis
Gula menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap gigi berlubang. Bakteri di dalam plak dapat mengubah gula dari makanan dan minuman menjadi asam yang secara perlahan merusak enamel gigi.
Kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman manis secara terus-menerus, terutama di antara waktu makan, dapat meningkatkan risiko karies.
2. Jarang Menyikat Gigi
Melewatkan sikat gigi membuat plak lebih mudah menumpuk di permukaan gigi. Jika tidak dibersihkan, plak dapat berkontribusi terhadap kerusakan gigi maupun penyakit gusi.
Baca Juga: Kenali Manfaat Probiotik, dari Kesehatan Usus hingga Sistem Imun
3. Hanya Menyikat Gigi, tetapi Tidak Membersihkan Sela-sela Gigi
Sikat gigi tidak selalu mampu membersihkan seluruh area di antara gigi. Sisa makanan dan plak yang tertinggal di area tersebut dapat meningkatkan risiko masalah gigi dan gusi.
Karena itu, membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi atau alat pembersih interdental dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan gigi.
4. Sering Mengonsumsi Minuman Manis atau Asam di Antara Waktu Makan
Bukan hanya jumlah gula yang perlu diperhatikan, tetapi juga kebiasaan mengonsumsinya berulang kali sepanjang hari. Makanan dan minuman yang mengandung gula atau asam, terutama di antara waktu makan, dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi.
Contohnya termasuk minuman berpemanis, minuman bersoda, serta beberapa jenis minuman atau makanan yang bersifat asam.
5. Merokok atau Menggunakan Produk Tembakau
Kebiasaan menggunakan tembakau tidak hanya berdampak pada kesehatan tubuh secara umum, tetapi juga dapat meningkatkan risiko penyakit gusi dan berbagai masalah kesehatan mulut.
Baca Juga: Telur Rebus untuk Sarapan, Ini Manfaat Protein bagi Tubuh
6. Menunda Pemeriksaan ke Dokter Gigi
Tidak adanya rasa sakit bukan berarti kondisi gigi selalu baik-baik saja. Beberapa masalah pada gigi dan mulut dapat berkembang tanpa gejala yang mudah dikenali pada tahap awal.
Pemeriksaan rutin membantu dokter gigi menemukan masalah lebih dini sekaligus memberikan perawatan sesuai kondisi masing-masing.
Menjaga kesehatan gigi sebenarnya dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Kurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, bersihkan sela-sela gigi, hindari tembakau, dan jangan menunda pemeriksaan ketika muncul keluhan.
Jika gigi mulai sering ngilu, sakit, berlubang, atau gusi mudah berdarah dan bengkak, sebaiknya periksakan ke dokter gigi agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani lebih awal.
Baca Juga: Musim Mangga Tiba, Ini Manfaat Buah Mangga untuk Kesehatan yang Sayang Dilewatkan
Sumber: WHO
Editor : Silvi Maharani