Sukabumi Update

Jangan Dibiasakan, Ini Risiko Terlalu Sering Menahan Buang Air Kecil

Ilustrasi - Menahan Buang Air Kecil. (Sumber : Freepik.com/jcomp)

SUKABUMIUPDATE.com - Menahan buang air kecil karena sibuk bekerja, sedang berada di perjalanan, atau malas pergi ke toilet mungkin pernah dilakukan banyak orang. Jika sesekali terjadi, kebiasaan ini belum tentu langsung menimbulkan masalah. Namun, terlalu sering menunda buang air kecil sebaiknya tidak dijadikan rutinitas.

Membiasakan diri menahan urine dapat memengaruhi kesehatan kandung kemih dan meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK). Karena itu, penting untuk mengenali dampaknya.

1. Meningkatkan Risiko Infeksi Saluran Kemih

Salah satu risiko yang perlu diperhatikan adalah infeksi saluran kemih. Urine yang tertahan dan tidak dikeluarkan secara optimal dapat memberi kesempatan bagi bakteri untuk berkembang biak di saluran kemih.

Gejala ISK yang perlu diwaspadai antara lain rasa perih atau terbakar saat buang air kecil, sering ingin buang air kecil, urine keruh, dan nyeri di perut bagian bawah.

Baca Juga: 5 Cara Memulihkan Kesehatan Mental saat Merasa Lelah dan Kehilangan Semangat

2. Mengganggu Fungsi Otot Kandung Kemih

Kandung kemih berfungsi menampung urine sebelum dikeluarkan dari tubuh. Ketika urine terkumpul, kandung kemih akan mengembang dan mengirimkan sinyal bahwa sudah waktunya buang air kecil.

Kebiasaan menahan urine secara berulang dapat membuat kandung kemih terlalu meregang dan berisiko mengganggu fungsi ototnya. Jika fungsi kandung kemih terganggu, seseorang bisa mengalami kesulitan mengosongkan urine dengan tuntas.

3. Menimbulkan Rasa Tidak Nyaman pada Perut Bagian Bawah

Ketika kandung kemih semakin penuh, seseorang dapat merasakan tekanan atau rasa tidak nyaman di perut bagian bawah. Dorongan buang air kecil juga bisa semakin kuat sehingga mengganggu konsentrasi saat bekerja, belajar, atau berkendara.

4. Berisiko Menyebabkan Urine Tidak Keluar Tuntas

Kebiasaan menahan buang air kecil perlu dibedakan dari retensi urine. Retensi urine adalah kondisi ketika seseorang tidak dapat mengosongkan kandung kemih sepenuhnya. Kondisi ini bisa berkaitan dengan gangguan otot kandung kemih, masalah saraf, sumbatan saluran kemih, atau kondisi medis lainnya.

Gejalanya dapat berupa sulit memulai aliran urine, aliran urine lemah, sering buang air kecil dalam jumlah sedikit, atau masih merasa ingin buang air kecil setelah selesai.

Baca Juga: Musim Mangga Tiba, Ini Manfaat Buah Mangga untuk Kesehatan yang Sayang Dilewatkan

5. Dapat Memicu Masalah Kesehatan yang Lebih Serius Jika Terjadi Retensi Urine

Retensi urine yang berlangsung lama dan tidak ditangani dapat menimbulkan komplikasi, termasuk kerusakan kandung kemih dan gangguan ginjal. Akan tetapi, komplikasi ini tidak berarti akan dialami setiap orang yang sesekali menahan buang air kecil.

Hal yang perlu diperhatikan adalah munculnya kesulitan mengeluarkan urine atau perasaan bahwa kandung kemih tidak pernah benar-benar kosong. Kondisi tersebut membutuhkan pemeriksaan, terutama jika semakin sering terjadi.

Menahan buang air kecil sesekali tidak selalu menimbulkan gangguan kesehatan. Namun, kebiasaan menundanya berulang kali sebaiknya dihindari karena dapat mempengaruhi kesehatan kandung kemih dan berkaitan dengan peningkatan risiko infeksi saluran kemih.

Baca Juga: Kenali Manfaat Probiotik, dari Kesehatan Usus hingga Sistem Imun

Sumber: NIDDK

Editor : Silvi Maharani

Tags :
BERITA TERKAIT