Sukabumi Update

Kabut Asap Bisa Memicu ISPA, Kenali Gejala yang Tidak Boleh Diabaikan

Ilustrasi Batuk terus berulang (Sumber: Freepik/@freepik)

SUKABUMIUPDATE.com - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan, terutama saluran pernapasan. Paparan asap dalam jumlah tinggi dapat memicu iritasi, memperburuk penyakit pernapasan, hingga meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Dilansir dari Kementerian Kesehatan RI mencatat sebanyak 283.270 kasus ISPA secara kumulatif di tujuh provinsi terdampak karhutla pada periode Agustus hingga 13 Oktober 2026. Data tersebut menunjukkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap kebakaran bagi kesehatan masyarakat. 

Infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru. Penyebabnya dapat berupa virus atau bakteri, sedangkan paparan polusi dan asap dapat mengiritasi saluran pernapasan serta memperburuk gejala.

Partikel halus dalam kabut asap dapat memicu peradangan dan mengganggu fungsi saluran pernapasan. Paparan tersebut juga dapat memperburuk kondisi orang yang memiliki asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Meski demikian, tidak semua keluhan setelah menghirup asap berarti seseorang mengalami ISPA. Batuk, tenggorokan gatal, dan mata perih juga bisa muncul akibat iritasi langsung dari asap.

Baca Juga: 10 Manfaat Brokoli untuk Kesehatan Tubuh, dari Menjaga Jantung hingga Imunitas

Gejala ISPA dan Dampak Kabut Asap yang Perlu Diwaspadai

Berikut beberapa gejala yang perlu diperhatikan ketika kualitas udara memburuk atau setelah terpapar kabut asap.

1. Batuk yang Terus Berulang

Batuk merupakan salah satu gejala yang dapat muncul akibat iritasi saluran pernapasan maupun ISPA. Batuk bisa berupa batuk kering atau berdahak dan dapat terasa semakin mengganggu ketika seseorang terus terpapar asap.

2. Hidung Berair atau Tersumbat

Paparan asap dapat mengiritasi lapisan hidung sehingga menimbulkan hidung berair, bersin, atau rasa tersumbat. Keluhan tersebut juga dapat ditemukan pada ISPA, terutama jika disertai sakit tenggorokan dan batuk.

3. Tenggorokan Gatal dan Terasa Perih

Tenggorokan yang terasa kering, gatal, atau perih dapat menjadi tanda iritasi akibat partikel asap. Kondisi ini bisa semakin terasa ketika seseorang berada di luar ruangan dalam waktu lama saat udara tercemar.

4. Mata Merah dan Berair

Dampak kabut asap tidak terbatas pada saluran pernapasan. Partikel dan zat iritan di udara juga dapat menyebabkan mata terasa perih, merah, gatal, atau berair.

5. Demam dan Tubuh Terasa Lemas

Demam dapat menyertai ISPA, terutama ketika infeksi terjadi akibat virus atau bakteri. Tubuh juga bisa terasa lelah dan kurang bertenaga. Namun, demam bukan gejala khas iritasi asap semata.

Baca Juga: Bukan Sekadar Relaksasi, Ini Manfaat Rendam Kaki dengan Air Hangat

6. Sesak Napas atau Napas Berbunyi

Sesak napas, mengi, atau napas berbunyi merupakan gejala yang lebih serius. Asap dapat memicu serangan asma dan memperburuk penyakit paru yang sudah ada.

Kabut asap dapat mengiritasi saluran pernapasan, memperburuk penyakit paru, dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk ISPA. Gejala seperti batuk, hidung berair, tenggorokan perih, dan mata merah perlu diperhatikan, terutama ketika kualitas udara memburuk.

Masyarakat sebaiknya membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan respirator yang sesuai jika harus keluar, serta menjaga udara di dalam rumah tetap bersih. Jika muncul sesak napas, nyeri dada, atau keluhan yang semakin parah, segera cari pertolongan medis.

Baca Juga: Wedang Rempah Hangat Cocok Diminum Saat Hujan, Ini Manfaat dan Cara Membuatnya

Sumber: Kemenkes RI, CDC, WHO

Editor : Silvi Maharani

Tags :
BERITA TERKAIT