Sukabumi Update

5 Cara Menjaga Kesehatan Paru-Paru saat Kualitas Udara Memburuk

Ilustrasi Menjaga Kesehatan Paru-Paru saat Kualitas Udara Memburuk (Sumber : Freepik/@Drazen Zigie)

SUKABUMIUPDATE.com - Kualitas udara yang memburuk dapat berdampak pada kesehatan, terutama organ pernapasan. Paparan polusi udara dan kabut asap dalam waktu tertentu bisa menyebabkan iritasi saluran pernapasan, batuk, sesak napas, hingga memperburuk penyakit paru-paru yang sudah ada.

Salah satu polutan yang perlu diwaspadai adalah PM2.5, yaitu partikel halus berdiameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan partikel tersebut masuk jauh ke dalam paru-paru. Paparan asap juga dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan memperburuk kondisi kesehatan kelompok rentan. Lantas, bagaimana cara menjaga kesehatan paru-paru saat udara tercemar?

1. Pantau Kualitas Udara Sebelum Beraktivitas

Langkah pertama untuk menjaga kesehatan paru-paru adalah memeriksa kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah. Informasi tersebut dapat membantu menentukan apakah kegiatan luar ruangan perlu dibatasi atau dijadwalkan ulang.

Ketika indeks kualitas udara menunjukkan kondisi tidak sehat, sebaiknya kurangi aktivitas fisik di luar ruangan, termasuk olahraga, berlari, atau bersepeda. Aktivitas berat membuat seseorang bernapas lebih cepat dan berpotensi meningkatkan jumlah polutan yang terhirup.

Baca Juga: Kabut Asap Bisa Memicu ISPA, Kenali Gejala yang Tidak Boleh Diabaikan

2. Gunakan Masker yang Sesuai saat Keluar Rumah

Jika harus beraktivitas di luar ruangan ketika udara tercemar, gunakan respirator seperti N95 atau KN95 yang sesuai standar dan terpasang rapat di wajah.

Respirator yang digunakan dengan benar dapat membantu menyaring partikel halus di udara. Pastikan masker menutupi hidung dan mulut, serta tidak memiliki celah besar di sekitar wajah.

3. Jaga Udara di Dalam Rumah Tetap Bersih

Berada di dalam rumah dapat membantu mengurangi paparan polusi, tetapi udara di dalam ruangan juga bisa tercemar apabila asap masuk dari luar.

Saat kabut asap sedang pekat, tutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya polutan. Jika tersedia, gunakan penyaring udara portabel dengan filter HEPA yang sesuai dengan ukuran ruangan.

Hindari aktivitas yang menghasilkan asap atau partikel tambahan, seperti merokok di dalam rumah, membakar sampah, menyalakan dupa, atau memasak dengan cara yang menghasilkan banyak asap tanpa ventilasi memadai.

Baca Juga: PLTU Pelabuhan Ratu Raih Power & Energy Award 2026: Inovasi Clean Coal

4. Hindari Rokok dan Sumber Polusi Lainnya

Asap rokok mengandung berbagai zat berbahaya yang dapat mengiritasi saluran pernapasan dan merusak jaringan paru-paru. Ketika kualitas udara luar sedang buruk, paparan tambahan dari asap rokok dapat semakin membebani sistem pernapasan.

Karena itu, hindari merokok maupun menghirup asap rokok orang lain. Pastikan rumah dan kendaraan menjadi lingkungan bebas asap rokok.

5. Kenali Gejala Gangguan Pernapasan dan Segera Periksa

Menjaga kesehatan paru-paru juga berarti mengenali perubahan kondisi tubuh setelah terpapar udara tercemar.

Beberapa keluhan yang dapat muncul akibat paparan asap antara lain batuk, tenggorokan terasa perih, mata iritasi, napas berbunyi atau mengi, dan sesak napas. Pada orang yang memiliki asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), paparan asap dapat memicu kekambuhan.

Menjaga kesehatan paru-paru saat kualitas udara memburuk dapat dilakukan dengan memantau kondisi udara, membatasi aktivitas luar ruangan, menggunakan respirator yang sesuai, menjaga kebersihan udara di dalam rumah, serta menghindari asap rokok dan sumber polusi lainnya.

Baca Juga: David Beckham Masuk Bursa Kandidat Presiden FIFA, Gianni Infantino Jadi Pesaing?

Sumber: WHO. Kemenkes

Editor : Silvi Maharani

Tags :
BERITA TERKAIT