SUKABUMIUPDATE.com - Sembelit atau konstipasi merupakan gangguan pencernaan yang bisa dialami siapa saja. Kondisi ini biasanya ditandai dengan frekuensi buang air besar (BAB) yang lebih jarang, tinja keras atau kering, serta kesulitan saat mengejan. Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, sembelit juga dapat membuat perut terasa penuh dan kembung.
Sembelit tidak selalu disebabkan oleh penyakit tertentu. Dalam banyak kasus, kebiasaan sehari-hari, mulai dari pola makan hingga aktivitas fisik, dapat memengaruhi kelancaran BAB. Bahkan, beberapa kebiasaan yang terlihat sepele bisa membuat seseorang lebih rentan mengalami sembelit.
1. Kurang Mengonsumsi Makanan Berserat
Serat berperan penting dalam menjaga kelancaran sistem pencernaan. Zat gizi ini membantu menambah volume tinja sehingga lebih mudah bergerak melalui usus.
Kebiasaan terlalu sering mengonsumsi makanan rendah serat, seperti makanan olahan, serta kurang makan buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh dapat meningkatkan risiko sembelit.
2. Kurang Minum Air Putih
Asupan cairan yang tidak mencukupi dapat membuat tinja menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan. Kondisi ini dapat memperburuk sembelit, terutama jika seseorang juga kurang mengonsumsi serat.
Mencukupi kebutuhan cairan setiap hari dapat membantu serat bekerja dengan baik dalam sistem pencernaan. Kebutuhan cairan setiap orang berbeda, bergantung pada aktivitas, kondisi kesehatan, dan lingkungan.
Baca Juga: Kumpulan Kata-Kata Hari Santri Nasional 2026, Cocok untuk Caption Media Sosial
3. Sering Menahan Keinginan BAB
Menunda buang air besar karena sibuk bekerja, sedang bepergian, atau tidak ingin menggunakan toilet umum dapat menjadi kebiasaan yang kurang baik jika dilakukan berulang kali.
Ketika keinginan BAB muncul, sebaiknya jangan terus-menerus menundanya. Menunda terlalu sering dapat membuat pola BAB terganggu dan tinja berpotensi menjadi lebih keras karena berada lebih lama di usus besar.
4. Terlalu Lama Duduk dan Kurang Bergerak
Gaya hidup yang minim aktivitas fisik juga dapat berkaitan dengan sembelit. Terlalu lama duduk di depan komputer, menonton televisi, atau bermain ponsel tanpa jeda membuat tubuh kurang bergerak.
Aktivitas fisik secara teratur membantu menjaga fungsi tubuh, termasuk sistem pencernaan. Cobalah berjalan kaki, melakukan peregangan, atau menyempatkan diri berdiri setelah duduk dalam waktu lama.
5. Pola Makan Tidak Teratur
Jadwal makan yang sering berubah, melewatkan waktu makan, atau terbiasa makan dalam jumlah sangat sedikit dapat memengaruhi rutinitas buang air besar pada sebagian orang.
Makan secara teratur dapat membantu membentuk pola pencernaan yang lebih konsisten. Salah satu kebiasaan yang bisa dicoba adalah memberi waktu untuk ke toilet setelah sarapan, ketika aktivitas usus secara alami dapat meningkat setelah makan.
Sembelit tidak hanya berkaitan dengan gaya hidup, tetapi juga bisa menjadi efek samping sejumlah obat atau suplemen. Beberapa contohnya adalah obat penghilang nyeri tertentu, suplemen zat besi, serta obat yang mengandung kalsium.
Pada akhirnya, kebiasaan sederhana seperti memperbaiki pola makan, mencukupi cairan, dan lebih aktif bergerak dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan.
Baca Juga: Hari Santri Nasional 2026: Ini Tema, Sejarah, dan Makna Peringatannya
Sumber: NHS
Editor : Silvi Maharani