Sukabumi Update

Nadin Amizah Didiagnosis Spasmodic Dysphonia, Gangguan yang Pengaruhi Vokal

Nadin Amizah Didiagnosis Spasmodic Dysphonia, Gangguan yang Pengaruhi Vokal | Sumber: Instagram /@cakecaine

SUKABUMIUPDATE.com - Kabar kurang menyenangkan datang dari penyanyi sekaligus penulis lagu, Nadin Amizah yang didiagnosis mengalami Spasmodic Dysphonia atau Disfonia Spasmodik.

Nadin Amizah memberitahu kondisi medis suspect Spasmodic Dysphonia atau Disfonia Spasmodik melalui unggahan di instagram pribadinya pada Kamis, 8 Januari 2026 dengan menunjukkan hasil pemeriksaan.

Pelantun lagu Rayuan Perempuan Gila mengungkapkan bahwa dampak dari gangguan ini berpengaruh terhadap kemampuan vokal dan kenyamanan fisik sang penyanyi saat bernyanyi.

Mengutip dari Suara.com, dalam keterangannya, Nadin membagikan foto formulir konsultasi dari Rumah Sakit Mayapada yang menunjukkan diagnosis tersebut.

Alih-alih sedih berlarut, penyanyi 25 tahun ini justru merasa lega karena akhirnya menemukan jawaban atas penurunan kualitas suaranya yang selama ini dia rasakan.

"Akhirnya menemukan (suspect) diagnosa untuk apa yg aku pikir adalah kemampuan bernyanyiku degrading/berkurang, ternyata bukan itu masalah utamanya. Alhamdulillah, i wasn’t imagining it... my body was indeed going through something," tulis Nadin dalam keterangan fotonya dikutip dari Suara.com pada Sabtu, (10/1/2026).

Baca Juga: Sempat Dilema, Nadin Amizah Putuskan Tetap Tampil di Pestapora 2025

Gejala Fisik: Leher Kaku hingga Suara "Vocal Fry"

Nadin menjelaskan bahwa kondisi pita suaranya kini terlihat lurus dan kaku, serta kurang lentur saat bergetar. Hal ini memicu rasa nyeri yang intens, bahkan saat dia hanya berbicara, bukan bernyanyi.

"Baru nyanyi sebentar, leher sudah pegal dan sakit banget. Bahkan ngomong kelamaan aja leher pegal dan sakit vanget," ungkap Nadin.

Selain nyeri, dia juga merasakan perubahan karakter suara menjadi vocal fry, seperti serak dan berat yang tidak wajar.

"Suaraku tuh jadi vocal fry, Kim Kardashian, kayak cewek-cewek seksi abis ngerokok gitu. Nah masalahnya gue enggak ngerokok... Masalahnya suara gue juga normalnya enggak kayak gitu," jelasnya dalam video klarifikasi.

Gejala lain yang dia alami meliputi kesulitan menelan air liur saat bernyanyi, nada yang sering meleset alias fals, serta penyempitan jangkauan vokal . Nada-nada tinggi yang dulunya mudah dia capai dengan teknik belting, kini membutuhkan teknik ekstra hati-hati agar tidak melukai pita suaranya.

Bernyanyi Tak Lagi Semudah Bernapas

Bagi Nadin, dampak mental dari diagnosis ini tak kalah beratnya. Dia mengaku sempat merasa kehilangan kenikmatan dalam bermusik karena aktivitas yang dulunya alamiah kini terasa seperti beban pekerjaan yang berat.

"Nyanyi itu biasanya adalah sesuatu yang mudah banget bagi aku. So easy... It feels like breathing," tuturnya.

"Tapi karena sekarang susah dan aku harus effort-nya lumayan banyak, rasanya tuh kayak kerja. Feels like I have to do it," sambung Nadin.

Istri Faishal Tanjung ini juga blak-blakan mengenai perjuangannya menyembunyikan rasa sakit di depan penggemar. Saat penonton memuji penampilan vokalnya yang terdengar prima, Nadin sebenarnya sedang bertaruh nyawa menahan nyeri.

"The thing is, when I was performing, I was holding on for my dear life. Aku kayak sakiit, sakit bangeet gitu. Jadi lagu keempat kelima tuh rasanya udah kayak (tercekik)," bebernya.

Baca Juga: Nadin Amizah Beri Tanggapan Soal Rencana Prabowo Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia

Titik Balik dan Rencana Pemulihan

Kondisi ini dianggap Nadin sebagai "tamparan" sekaligus peringatan dari Tuhan agar dia tidak menyia-nyiakan anugerah suaranya. Sang penyanyi menyadari bahwa selama ini dia menggunakan "alat" tersebut tanpa teknik perawatan yang benar-benar sehat.

Meski sempat menangis histeris dan berpikir kariernya akan tamat di 2026, Nadin kini memilih untuk menerima kondisi tersebut dengan lapang dada. Beruntung, dokter menyatakan bahwa kondisi ini tidak memerlukan istirahat vokal total.

"Aku akan terus manggung paralel penyembuhan dan recovery," tegasnya.

Sebagai langkah pengobatan, Nadin akan menjalani terapi wicara dan latihan vokal rutin untuk "belajar dari nol" lagi. Dia meminta pengertian para penggemar jika ke depannya mungkin terdengar sedikit kesalahan teknis di atas panggung sebagai bagian dari proses adaptasinya.

"Aku nganggapnya ini adalah fase belajar dari nol lagi. Anggap aku belum pernah bisa bernyanyi sebelumnya... Let's go kita usahakan yang terbaik aja," tutup Nadin dengan optimis.

Apa Itu Spasmodik Disfonia?

Spasmodik Disfonia (Spasmodic Dysphonia) adalah gangguan neurologis kronis yang memengaruhi otot-otot laring atau kotak suara. Kondisi ini termasuk dalam kategori distonia fokal, di mana otak mengirimkan sinyal abnormal yang menyebabkan otot pita suara mengalami kejang atau spasme tanpa sadar.

Gejala umum meliputi; suara terdengar putus-putus, tegang, atau tercekik, suara mendadak hilang atau berbisik, kelelahan vokal yang cepat saat berbicara atau bernyanyi, hingga usaha fisik yang besar (mengejan) hanya untuk mengeluarkan suara.

Kondisi ini tidak mempengaruhi kecerdasan atau kemampuan menelan makanan, namun sangat mengganggu komunikasi verbal.

Hingga saat ini, penyebab pastinya belum diketahui secara spesifik, namun diduga berkaitan dengan gangguan pada basal ganglia di otak. Pengobatan biasanya melibatkan terapi wicara hingga suntikan botox pada pita suara untuk mengurangi kejang otot.

Sumber: Suara.com

Editor : Octa Haerawati

Tags :
BERITA TERKAIT