SUKABUMIUPDATE.com - Komika Pandji Pragiwaksono mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa, 3 Februari 2026.
Adapun kedatangan Pandji Pragiwaksono ke kantor MUI diketahui dalam rangka silaturahmi sekaligus memberikan klarifikasi terkait materi stand up comedy nya di acara Mens Rea yang sempat viral beberapa waktu lalu.
Mengutip dari Suara.com, Pandji Pragiwaksono menyebut suasana pertemuan tersebut berjalan santai. Proses tabayyun bahkan diwarnai canda gurau usai bertemu dengan pihak MUI.
"Alhamdulillah dialognya juga terjadi tadi pembicaraannya berjalan dengan sangat-sangat menyenangkan penuh dengan tawa," kata Pandji Pragiwaksono dikutip dari Suara.com pada Rabu, (04/02/2026).
Pandji Pragiwaksono juga bersyukur mendapat ruang untuk memberikan penjelasan. "Karena buat saya, itu yang paling krusial," ujar komika 46 tahun ini.
"Juga, dan apa namanya, saya senang bisa punya kesempatan untuk bertemu dan menjelaskan karena itu buat saya yang paling krusial," ujar Pandji.
Pandji menyadari, karyanya rentan disalahartikan oleh publik. Baginya, penjelasan langsung dari sisi kreator sangat penting guna meredam kegaduhan yang terjadi.
"Sebagai seniman ketika saya bikin karya tentu ada banyak penafsiran, tapi senimannya sendiri kan juga bisa ditanya untuk kejelasan maksud dari sebuah karya, gitu kurang lebih. Dan tambah sedikit dan dinasihati juga," imbuhnya.
Baca Juga: Tuai Pro Kontra, Pandji Pragiwaksono Ungkap Alasan Tampilkan Mens Rea di Netflix
Pengakuan Pandji soal nasihat dari pihak MUI menjadi sorotan utama dalam kunjungannya. Ia pun menjelaskan soal nasihat yang diberikan.
"Saya diingatkan bahwa sebagai orang yang berkarya tentu selalu ada ruang untuk jadi lebih baik lagi," ucap Pandji Pragiwaksono.
Pandji yang tak mau berhenti berkarya setelah ini, pun akan mempertimbangkan soal perasaan orang-orang yang mungkin akan tersinggung dengan ucapannya.
"Karena saya ingin terus berkarya dan karyanya didesain untuk menghibur, maka karya itu harus didesain dengan mempertimbangkan perasaan sebanyak-banyaknya orang juga," tutur Pandji Pragiwaksono.
"Jadi komitmen untuk perbaikan sudah saya pastikan tadi di atas," imbuhnya.
Pandji Pragiwaksono juga berharap adanya polemik ini tak membuat para komika berhenti berkarya.
"Moga-moga ini akan membuat siapapun komika di Indonesia untuk semakin mantap berkarya. Karena tahu bahwa karya ini harus dilakukan dengan perbaikan terus menerus," ucap Pandji yang kini menetap di Amerika tersebut.
Sumber: Suara.com
Editor : Octa Haerawati