Sukabumi Update

Sukses di Bioskop, Ghost in the Cell Berpotensi Hadirkan Versi Penjara Perempuan

Sukses di Bioskop, Ghost in the Cell Berpotensi Hadirkan Versi Penjara Perempuan (Sumber : x/@GilaFilmID)

SUKABUMIUPDATE.com - Film horor terbaru karya Joko Anwar, Ghost in the Cell tengah menjadi sorotan publik, bahkan pada Senin, 27 April 2026 sudah menyentuh 1.815.533 penonton di bioskop.

Hal ini membuktikan bahwa cerita, kualitas, dan visual yang disuguhkan oleh film Ghost in the Cell berhasil membuat para penonton terpukau. Ditambah dengan kemampuan akting para pemainnya luar biasa menjadi daya tarik film ini.

Selain itu, genre horor dan komedi yang diangkat membuat film Ghost in the Cell menghadirkan nuansa menyeramkan sekaligus lucu yang mampu menghibur penonton ketika hadir di layar lebar.

Mengutip dari Suara.com, menyadari potensi besar dari respons positif penonton, Joko Anwar mulai memikirkan memperluas jalan cerita. Sineas kondang ini berniat membawa kengerian dari balik jeruji besi menuju ke ranah lingkungan penjara khusus kaum perempuan saat dihubungi pada Jumat, 24 April 2026.

"Ini masih pembicaraan awal haha," kata Joko Anwar dihubungi awak media dikutip dari Suara.com pada Senin, (27/04/2026).

Baca Juga: Sinopsis Ghost In The Cell: Teror Mencekam di Balik Jeruji

Rencana ekspansi cerita ke lingkungan narapidana perempuan itu rupanya memiliki prasyarat khusus sebelum benar-benar dieksekusi menjadi naskah. Hal ini sangat bergantung pada performa akhir serta daya tahan film pertamanya di tangga box office nasional.

Joko Anwar menegaskan, wacana pembuatan versi perempuan ini hanya akan direalisasikan apabila Ghost In The Cell benar-benar meraih kesuksesan maksimal. Ia tidak ingin terburu-buru mengambil langkah tanpa melihat analisis pasar yang matang dari karya yang sedang tayang.

Menurut kacamata sang sutradara, mengangkat isu sosial dan psikologis yang sama dengan sudut pandang berbeda akan menjadi sebuah eksperimen yang luar biasa. Ia merasa dinamika konflik di dalam lembaga pemasyarakatan perempuan memiliki keunikan yang sangat layak untuk dieksplorasi.

"Kalau Ghost in the Cell sukses, akan menarik juga untuk melihat isu yang sama dari perspektif perempuan ya," kata sutradara film Pengabdi Setan ini.

Meskipun antusiasme publik dan penggemar sudah mulai terbangun pesat, proyek spin-off ini rupanya belum masuk ke tahap persiapan yang serius. Joko Anwar masih menyimpan konsep brilian tersebut di dalam kepalanya.

Ide liar mengenai teror entitas jahat di penjara perempuan itu bahkan belum dibahas secara resmi di atas meja diskusi tim produksi. Joko Anwar menyadari, merealisasikan proyek baru membutuhkan perhitungan bisnis dan komitmen waktu yang tidak main-main.

"Dan aku belum ngobrol juga sama produser-produserku," terang sineas yang akrab disapa Jokan ini.

Saat ini, fokus utama pihak studio dan kru masih tertuju sepenuhnya pada penayangan Ghost In The Cell yang terus wara-wiri di layar bioskop. Mereka tengah gencar melakukan berbagai promosi agar jumlah penonton terus bertambah setiap harinya.

Sebagai informasi, karya audiovisual terbaru besutan Joko Anwar ini menyajikan cerita mencekam bagi penonton Indonesia. Fokus utamanya berpusat pada kerasnya kehidupan para narapidana laki-laki yang terkurung di sebuah sel isolasi.

Baca Juga: 5 Film Terlaris Joko Anwar di Layar Lebar, dari Pengabdi Setan hingga Ghost in the Cell

Di balik tembok tebal dan jeruji besi yang dingin, mereka harus berjuang mati-matian dan bertahan hidup melawan teror dari sebuah entitas gaib yang sangat kuno dan luar biasa jahat.

Makhluk tak kasat mata di dalam film tersebut dikisahkan tidak membunuh secara acak layaknya hantu pada umumnya. Sang entitas justru dengan sengaja mengincar serta memakan habis kemarahan dan ketamakan yang tersimpan di dalam dada setiap penghuni lembaga pemasyarakatan.

Sumber: Suara.com

Editor : Octa Haerawati

Tags :
BERITA TERKAIT