SUKABUMIUPDATE.com - Kabar duka tengah menyelimuti dunia musik internasional. Penyanyi musik country asal Amerika Serikat, Dolly Parton meninggal dunia di usia 80 tahun.
Dolly Parton yang dikenal sebagai legenda musik, penyanyi, dan penulis lagu, dikabarkan meninggal dunia di Nashville, Tennessee, Amerika Serikat setelah berjuang melawan penyakit kanker yang dideritanya.
Kepergian Dolly Parton dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga sang penyanyi melalui unggahan video di media sosial resminya pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Dikutip dari Tempo.com, keponakan sekaligus kepala keamanan pribadinya, Bryan Seaver, menyampaikan pengumuman tersebut atas permintaan langsung dari mendiang semasa hidupnya.
"Saya telah membayangkan beratnya momen ini tetapi belum benar-benar merasakannya sampai sekarang," ucap Bryan dikutip dari Tempo.co pada Rabu, (26/08/2026)
"Dolly telah hidup dalam terang dan berada dalam pelukan Yesus, pasti akan bertemu dengan Carl, orang tuanya, dan banyak orang lain yang telah mengawasinya dan merindukan untuk bertemu dengannya di surga,” sambungnya.
Dolly dirawat di Vanderbilt-Ingram Cancer Center di Nashville pada Jumat, 21 Agustus 2026, dan meninggal empat hari kemudian. Selain mengidap kanker yang tidak diungkapkan ke publik, ia juga menderita masalah ginjal dan autoimun sebelum meninggal.
“Setelah dengan berani menghadapi perjuangan singkat melawan kanker, Dolly meninggalkan kehidupan duniawinya hari ini di Vanderbilt-Ingram Cancer Center dikelilingi oleh orang-orang terkasih,” kata perwakilannya.
Baca Juga: Mathilde Favier Meninggal Dunia, Direktur PR Dior yang Dekat dengan Jisoo BLACKPINK
Perjalanan Karier Dolly Parton
Dolly Parton lahir dari keluarga petani miskin di kawasan Appalachia sebelum akhirnya menjadi salah satu musisi perempuan terlaris sepanjang sejarah. Selama enam dekade berkarier, ia berhasil menjual lebih dari 160 juta album di seluruh dunia dan mengoleksi 25 single yang memuncaki tangga lagu country.
Lagu-lagu ciptaannya seperti “Jolene” dan “I Will Always Love You” tidak hanya mendominasi industri musik Amerika Serikat, tapi juga dipopulerkan kembali oleh berbagai penyanyilintas generasi, seperti Whitney Houston.
Selain sukses di dunia seni suara, Dolly juga terjun ke industri perfilman Hollywood melalui debut film komedi populer "9 to 5" serta membangun kerajaan bisnis taman hiburan "Dollywood". Dedikasi Dolly di bidang kemanusiaan turut diwujudkan lewat lembaga filantropi Imagination Library yang telah mendistribusikan ratusan juta buku gratis kepada anak-anak di berbagai negara.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Kirim Pesan Haru untuk Messi Usai Sang Ayah Meninggal Dunia
Pesan Terakhir Sebelum Meninggal
Kondisi kesehatan pelantun lagu “Coat of Many Colors” ini dilaporkan terus menurun dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah sang suami, Carl Thomas Dean, meninggal pada Maret 2025 lalu.
Meskipun sempat menjalani perawatan intensif dan membatalkan serangkaian jadwal konsernya di Las Vegas, semangat Dolly untuk terus berkarya tidak pernah surut hingga akhir hayatnya.
Dalam salah satu wawancara terakhirnya, Dolly sempat membagikan pandangannya mengenai kehidupan dan karya yang ia tinggalkan bagi masyarakat luas.
"Saya berada pada titik dalam hidup di mana saya hanya ingin dapat melakukan hal-hal baik yang dapat diteruskan. Saya bangga dengan warisan saya sejauh ini, dan berharap untuk terus melakukan hal-hal yang berguna bagi orang lain," ungkap Dolly
Kepergian sosok yang dikenal sangat inklusif ini memicu gelombang duka dari kalangan pejabat publik hingga figur penggiat seni global. Sebagai bentuk penghormatan setinggi-tingginya atas jasa dan kontribusi Dolly terhadap kebudayaan nasional, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menginstruksikan pengibaran bendera setengah tiang selama satu pekan.
"Tidak pernah ada orang seperti dia, dan tidak akan pernah ada. Untuk menghormatinya, saya menurunkan bendera Amerika di seluruh Amerika Serikat selama periode satu minggu ini," tulis Trump
Sumber: Tempo.co
Editor : Octa Haerawati