SUKABUMIUPDATE.com - Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang perempuan yang menyeret nama anak Ruben Onsu, Betrand Petro tengah menjadi perbincangan publik.
Pada Minggu, 13 September 2026, seorang perempuan berinisial ANW yang sebelumnya telah melaporkan Betrand Peto ke Polda Metro Jaya atas dugaan pelecehan seksual akhirnya muncul.
ANW yang didampingi oleh kuasa hukumnya, Nathaniel Hutagaol menggelar konferensi pers untuk menjelaskan yang sebenarnya terjadi. Nathaniel mengatakan telah membuat laporan terhadap Betrand pada 12 September 2026.
"Nah, pada tanggal 12 September sudah ada laporan polisi terhadap BP," kata Nathaniel Hutagaol dikutip dari Youtube Intensi Investigasi pada Senin, (14/09/2026).
Kemudian, Nathaniel Hutagaol mengungkapkan kalau Betrand Peto dikenakan beberapa pasal atas dugaan tindakan kekerasan seksual dalam laporan ANW di Polda Metro Jaya.
"Nah, di sini yang terlapor adalah Alfonsus Toribio Tenkundi alias Betrand Peto, yang mana diduga melakukan tindak pidana pelecehan seksual. Dengan pasal yang kami sangkakan Pasal 473 Undang-Undang KUHP dan Pasal 6 Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual," ungkapnya.
Baca Juga: Betrand Peto Dilaporkan atas Dugaan Kekerasan Seksual, Begini Kronologinya
Selain Betrand, pihak ANW juga telah melaporkan seorang pria berinisial WHA yang merupakan rekan anak Ruben Onsu itu. Dalam laporannya, WHA diduga melakukan penganiayaan terhadap rekan ANW.
“Dan satu lagi kami melaporkan temannya BP yang berinisial WHA dengan pasal penganiayaan. Karena yang kemarin mungkin ramai lihat bahwa ada kuping yang berdarah itu. Nah, ini dia. Ini bisa ditunjukkan,” ujar Nathaniel sambil meminta teman ANW memperlihatkan telinganya yang terluka.
Setelah itu, Nathaniel meminta ANW untuk menjelaskan secara langsung kronologi kejadian tersebut. ANW mengungkapkan kejadian tersebut terjadi pada 12 September di salah satu tempat hiburan malam di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.
ANW datang ke kelab tersebut sekitar pukul 02.00 WIB bersama seorang teman. Ia pergi ke sana untuk bertemu dengan teman-temannya.
"Jadi waktu tanggal 12 itu, saya datang di salah satu kelab yang ada di SCBD sekitar jam 2 bersama teman saya. Dan ada satu lagi... kita datang di sana, happy, ketemu sama teman-teman," kata ANW.
ANW mengungkapkan bahwa saat berada di tempat hiburan tersebut tiba-tiba datang seorang staff dan menawarkan agar ia bersama temannya untuk meramaikan sebuah ruangan yang diduga room milik Betrand Peto.
ANW mengaku tidak memiliki prasangka buruk ketika menerima tawaran tersebut dan mengiyakannya Lalu, ia menjelaskan kalau pelayan yang awalnya melayani mereka menyerahkan mereka ke seorang staf laki-laki lainnya.
"Lalu tiba-tiba ada salah satu staf dari kelab tersebut yang bilang, 'Mau nggak Kak ngeramein room-nya si BP ini? Awal-awal si waitress ini take over ke temennya satu lagi, cowok juga. Dan si temennya ini udah make sure kalau untuk di room ini tuh aman, nggak akan kenapa-napa," ujar ANW.
Tak lama setelah itu minuman dibagikan, kemudian pelayan tersebut meninggalkan ruangan. ANW bercerita sempat keluar dari ruangan untuk mengambil ponsel miliknya yang tertinggal di luar ruangan.
“Handphone saya ada di sofa yang mana itu ada di luar room. Saya ambil handphone saya. Pas saya balik lagi ke room tersebut, teman saya enggak ada. Dan setelah saya tanya, teman saya ternyata di toilet,” ungkapnya.
Baca Juga: Soroti Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah, Betrand Peto Beri Pesan untuk Giorgio Antonio
ANW kembali duduk di sofa di samping Betrand Peto. Namun, tiba-tiba Betrand menarik tangannya. Saat itu, ia tidak menaruh curiga dan mengira ANW diajak untuk mencari temannya yang tidak ada di ruangan.
"Saya duduk di sofa, samping saya BP. Tiba-tiba BP narik tangan saya. Saya nggak pernah ada pikiran negatif, saya kira dia ngajak saya untuk ngecek temen saya di toilet, kenapa lama sekali," katanya.
Menurut pengakuan ANW, begitu di depan pintu toilet ia bukan menemukan temannya yang menghilang, tapi diduga dilecehkan oleh Betrand Peto.
"Ternyata di depan pintu toilet tersebut, saya dilecehin," ucapnya sambil menangis.
Nathaniel kembali berbicara yang mengatakan bahwa ditemukan adanya dugaan kekerasaan dan pemaksaan terhadap ANW. Bahkan, ia juga menunjukkan sejumlah foto kondisi fisik korban.
“Bukan hanya dilecehkan tapi ada kekerasan dan pemaksaan. Ini salah satu visum untuk hidungnya yang katanya dibenturkan,” kata Nathaniel.
Tak hanya itu, Nathaniel juga memperlihatkan foto yang menunjukkan adanya memar di bagian leher korban serta foto lain yang memperlihatkan kondisi lengan korban yang biru dan memar juga.
Sumber: Youtube Intens Investigasi
Editor : Octa Haerawati