SUKABUMIUPDATE.com - Konten kreator Aron Ashab yang menghebohkan media sosial usai mengaku dirinya diduga diculik, disekap, hingga mengalami kekerasan, dibantah oleh sang kakak, Gamyla.
Melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu, 18 Oktober 2026, Gamyla Ashab buka suara soal penculikan yang disebutkan oleh Aron Ashab dalam unggahan terbarunya. Ia menegaskan bahwa sang adik dimasukkan ke pesantren rehab karena alkoholik atau kecanduan alkohol.
“Dia direhab karena alkoholik dan ada masalah menyimpang dan gak terkontrol kalo mabok. Kita udah capek lahir batin. Jadi, tidak ada penculikan, " tulis Gamyla dikutip pada Selasa, (20/10/2026).
Gamyla menegaskan bahwa prosedur untuk memasukkan Aron ke pesantren rehab telah sesuai dengan prosedur yang berlaku dan atas permintaan dari sang ibu. Karena konten kreator berusia 33 tahun itu kerap tidak terkontrol saat mabuk.
"Di rehab ada prosedur resmi untuk angkat anak bermasalah (atas perintah ibu saya yang sudah stroke, masih penyembuhan luka, ditinggal meninggal almarhum Abah saya, masih setiap hari menghadapi ulah dia yang tidak terkontrol," ungkapnya.
Baca Juga: Hampir Setahun Hilang dari Publik, Aron Ashab Mengaku Disekap dan Jadi Korban Penyiksaan
Gamyla mengungkapkan kalau Aron kabur dari pesantren. Ia juga meminta agar tidak ada pihak yang ikut campur dalam urusan keluarganya. Karena yang ia lakukan dengan keluarga merupakan keputusan bersama demi kebaikan adiknya.
"Jangan main-main ini negara hukum. Itu rehab semua resmi yah bukan sembarangan. Berbadan hukum jelas Yayasan terkenal. Dan, atas perintah ibu kandungnya aja yah. Jangan ikut campur jangan memperkeruh keadaan," ujarnya.
Selain, itu, Gamyla juga mengaku telah bertemu dengan kuasa hukum Aron Ashab dan menyebutkan masalah ini telah selesai setelah kedua belah pihak berbicara secara langsung.
Lalu, dalam unggahan terbarunya, kakak Aron Ashab itu mengatakan bahwa sang adik telah kembali ke pesantren rehab untuk kembali menjalani rehabilitasi usia kecanduan alkohol.
"Alhamdulillah anak, adik kami, M Haeron Ashab sudah kembali dengan selamat di tempat rehab pesantren," tulis Gamyla Ashab.
Gamyla beserta pihak keluarga meminta maaf kepada publik atas kegaduhan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Ia memohon pengertian bahwa tindakan yang dilakukannya untuk menghentikan Aron agar tidak menimbulkan masalah.
"Kami dari pihak keluarga mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan yang terjadi. Semua yang saya lakukan kemarin, semata-mata untuk menghentikan secara paksa adik kami untuk berbuat onar lebih jauh, mohon pengertiannya," ungkapnya.
Gamyla Ashab berharap semua kejadian yang sudah terjadi dapat diambil hikmahnya, dan meminta publik untuk tidak langsung percaya dengan sebuah kejadian dari satu pihak saja.
"Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari peristiwa ini, dijadikan pembelajaran juga untuk kita semua untuk jangan langsung percaya begitu saja sebuah peristiwa dari satu sisi pihak saja,” tulisnya.
Gamyla Ashab beserta keluarga Aron Ashab memohon doa agar sang konten kreator dapat pulih dan menjalani kehidupan dengan normal setelah rehabilitasi.
"Kami sekeluarga memohon doa dari semua untuk saudara kami, agar bisa mendapatkan hidayah dan kembali menjadi manusia yang bisa menjalani kesehariannya dengan normal," lanjutnya.
Baca Juga: Ruben Onsu Perkenalkan Thayaka Putra Onsu, Ini Kisah di Balik Adopsinya
Di akhir, Gamyla berharap tidak ada lagi pihak luar yang membantu Aron Ashab untuk kabur dari tempatnya rehabilitasi. Karena pihak keluarga agar bertanggung jawab penuh mengurusnya hingga pulih.
“Dan, dengan ramainya pemberitaan ini, semoga ke depan tidak ada lagi pihak luar yang dengan sengaja membantu adik kami untuk kabur dari tempat rehabnya. Biarkan kami keluarganya yang mengurus, dan bertanggung jawab penuh terhadap dia. Dan, biarkan dia melalui proses rehab sampai tuntas. Kami ucapkan terima kasih untuk para netizen yang sudah support, dan mendoakan,” tutupnya.
Editor : Octa Haerawati