Sukabumi Update

Pesulap Merah Tanggapi Kasus Padepokan Sukabumi, Pertanyakan Ilmu Laduni

Pesulap Merah Tanggapi Kasus Padepokan Sukabumi, Pertanyakan Ilmu Laduni (Sumber : Instagram/@marcelradhival1)

SUKABUMIUPDATE.com - Marcel Radhival atau lebih dikenal Pesulap Merah turut memberikan tanggapan mengenai kasus dugaan perkelahian yang melibatkan Padepokan Al Baathin Al Waliyy Indonesia Cabang Sukabumi.

Pesulap Merah memberikan komentar akan kasus tersebut melalui akun Instagram pribadinya pada Kamis, 29 Oktober 2026. Dalam unggahan itu, ia melontarkan agar nama Padepokan Al Baathin Al Waliyy Indonesia Cabang Sukabumi diganti karena aksi kekerasan yang dilakukan oleh Jalil M. Ismail atau yang akrab disapa Tabib Jalil terhadap Iskandar Abdul Jabar.

“Ya saran saya sih kalau mau itu nama perguruan Al Baathin Al Waliyy, ganti aja jadi Alboti Alciuti,” kata Pesulap Merah dikutip pada Jumat, (30/10/2026).

Pesulap Merah mengaku heran dengan ilmu laduni bela diri atau ilmu batin bela diri tidak bisa didiskusikan maupun dibuktikan saat Iskandar ke Padepokan Al Baathin Al Waliyy Indonesia Cabang Sukabumi, tapi bisa diperjualbelikan.

Karena dalam potongan video yang diperlihatkan Pesulap Merah, Tabib Jalil mengatakan bahwa ilmu laduni bela diri tidak bisa didiskusikan maupun dibuktikan kepada Iskandar Abdul Jabar.

“Lah kalau gak bisa didiskusikan, gak bisa dibuktikan, lalu kok bisa diperjualbelikan. Kok bisa ilmu laduni diperjualbelikan. Tingkat satu bayar Rp. 1,5 juta, tingkat dua bayar Rp. 2 juta, dan seterusnya,” ujarnya.

Baca Juga: Gara-gara Diskusi Ilmu Batin, Perkelahian di Padepokan Ciracap Sukabumi Viral

Selain itu, pesulap berusia 31 tahun juga merasa bingung bagaimana bisa ilmu laduni bisa diperjualbelikan kepada orang lain. Apalagi ilmu tersebut turun langsung dari Allah SWT kepada hambanya, ia merasa hal tersebut seperti mempermainkan Allah SWT.

“Terus laduni kan asalnya dari itu ilmu yang berasal dari Allah langsung turun ke hambanya. Kalau lu memperjualbelikan ilmu laduni berarti secara tidak langsung seolah-olah lu menyatakan bahwa lu bisa nyuruh Allah Azzawajal untuk memberikan ilmu kepada umat manusia. Lah lu siapa bisa nyuruh-nyuruh Allah,” tuturnya.

Selain itu, ia minta bukti berupa Hadits atau ayat Al-Qur’an mengenai ilmu laduni itu ada agar bisa mengetahui kebenarannya.

“Ngomong-ngomong ilmu ini ada syariatnya. Berikan saya satu dalil hadits atau ayat Al-Qur’an yang menyatakan ilmu anti tonjok itu ada atau ilmu membuat seseorang itu kaku itu ada,” katanya.

Bahkan, Pesulap Merah akan memberikan apa saja kepada warganet jika bisa membuktikan ada Hadits atau ayat Al-Qur’an tentang ilmu laduni.

“Saya akan berikan apa pun yang kamu mau. Saya bangunin padepokannya deh kalau ada dalilnya,” ungkapnya.

Baca Juga: JMI dan AY Jadi Tersangka, Viral Keributan Gegara Ilmu Batin di Ciracap Sukabumi

Pesulap Merah juga mengungkapkan pernah beberapa kali mendapatkan ejekan dan ditantang oleh akun Facebook yang diduga milik Tabib Jalil. Namun, ketika diajak bertemu langsung di studionya Tabib Jalil tidak pernah datang.

“Perguruan ini berkali-kali nantangin saya, ngehina saya, ngejek saya. Ketika saya undang ke studio saya tidak pernah mau datang,” sambungnya.

Sebagai informasi, Media sosial warganet Pajampangan, Kabupaten Sukabumi, dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan dugaan aksi perkelahian di Padepokan Al Baathin Al Waliyy Indonesia Cabang Sukabumi, yang berlokasi di Kampung Ciheas RT 10/03 Desa/Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

Perkelahian tersebut terjadi ketika pria berinisial I atau Iskandar Abdul Jabar datang ke padepokan diduga untuk diskusi dan membuktikan ilmu laduni bela diri. Namun, kedatangan yang semula disambut hangat berubah menjadi perkelahian.

Video dugaan perkelahian tersebut menyebar di grup-grup WhatsApp hingga akun Facebook warga Pajampangan, dan menjadi perbincangan.

Baca Juga: MUI dan DPRD Sukabumi Beri Catatan Kritis Soal Keributan Ilmu Batin di Padepokan Ciracap

Iskandar Abdul Jabar telah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Ciracap atas dugaan penganiayaan dan pengeroyokan. Laporan tersebut telah diterima pada Minggu, 25 Oktober 2026.

Pada Selasa, 27 Oktober 2026, pihak Polres Sukabumi telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus perkelahian di sebuah padepokan ilmu kebatinan di Kecamatan Ciracap, yang videonya viral di media sosial.

Kedua tersangka berinisial JMI (Tabil Jalil) dan AY (Aziz), diduga terlibat dalam aksi kekerasan terhadap seorang korban di Padepokan atau Perguruan Al Baathin Al Waliyy Cabang Sukabumi, di Kecamatan Ciracap.

Editor : Octa Haerawati

Tags :
BERITA TERKAIT