TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Sukabumi Update

Kembali Mulus, Jalan Rusak yang Banyak Makan Korban di Cicurug Sukabumi Kini Diaspal

Ruas Jalan Nasional Sukabumi-Bogor di Kampung Asgora, Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, yang rusak saat diaspal, Jumat (20/1/2023). | Foto: Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Ruas Jalan Nasional Sukabumi-Bogor di Kampung Asgora, Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, yang rusak dan dikeluhkan warga sekitar karena sering makan korban kini kembali mulus usai beres diaspal, Jumat (20/1/2023).

Sebelum diaspal, pada Kamis 19 Januari 2023 kemarin, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Jawa Barat, melakukan perbaikan dengan cara tambal sulam terlebih dahulu untuk penanganan sementara.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Jawa Barat, Warso mengatakan pengaspalan hari ini dilakukan dengan proses pemadatan. Upaya-upaya perbaikan jalan ini dilakukan agar daya tahan aspal lebih baik,  sehingga jalan tidak cepat rusak kembali.

"Kemarin itu (perbaikan tambal sulam) memakai material coldmix hanya mempertahan kondisi dulu, tapi gak bisa digunakan untuk permanen, karena akan rusak lagi jika tidak di hotmix, apalagi di musim penghujan. Alhamdulillah cuaca mendukung untuk menindak lanjuti pekerjaan," kata dia kepada sukabumiupdate.com di lokasi.

Baca Juga: Jadwal Link Live Streaming Persib Bandung vs Madura United Liga 1 Malam Ini

Menurut Warso, proses perbaikan jalan ini dimulai sekitar pukul 13.00 WIB, dibantu anggota Lantas Polres Sukabumi untuk mengatur lalu lintas.

"Kita mulai pengerjaan tadi siang, usai Jumatan, tapi lalu lintas kendaraan tetap aman, tidak terlalu terhambat, karena masih bisa dilalui dua arah, sistemnya kita aspal dulu setengah dari jalur Bogor menuju Sukabumi, jadi masih bisa dua arah, walaupun tidak selebar biasanya," ujarnya.

Ia menjelaskan, material yang diturunkan berupa aspal hotmix sekitar 6 ton. Kemudian setelah dihamparkan ke jalan, dilanjutkan dengan proses pemadatan dengan alat berat tandem roller.

"Paling kendaraan sempat tertahan, ketika pemadatan menggunalan tandem roller aja, tapi hanya sebentar, kurang lebih dalam waktu 5 menit juga udah selesai, kami berusaha hasilnya maksimal, supaya tidak cepat rusak kembali," pungkasnya.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT