TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Sukabumi Update

Kubangan Bekas Galian Pasir di Ujunggenteng Sukabumi Jadi Kolam Ikan dan Spot Mancing

Lahan bekas galian pasir yang tergenang air menyerupai danau di Kampung Citarate RT 11/04 Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. | Foto: SU/Ragil

SUKABUMIUPDATE.com - Lahan bekas galian pasir yang tergenang air menyerupai danau di Kampung Citarate RT 11/04 Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, dimanfaatkan warga sebagai tempat budidaya ikan tawar serta spot memancing.

Pemilik lahan, Saep (75 tahun) mengatakan, awalnya di Kubangan bekas galian pasir seluas 1 hektar itu hanya dijadikan lokasi mancing oleh warga sekitar. Namun seiring waktu, jumlah pengunjung yang memancing semakin banyak berdatangan bahkan dari luar wilayah Ciracap.

Memanfaatkan momen tersebut, kakek yang akrab disapa Wa Cukong itu kemudian berinisiatif memanfaatkan lahan miliknya itu untuk dijadikan tempat budidaya ikan tawar.

“Terutama jenis ikan mujair, menggunakan keramba apung, terbuat dari jaring ukuran 6x6 meter," ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Jumat 20 Januari 2023.

Baca Juga: Cekik Korban Hingga Pingsan, Begal Motor di Sukabumi Ditangkap 2 Jam Usai Beraksi

Saep menuturkan, kedalaman kubangan di bekas galian pasir itu hanya 2 meter. Awalnya ia hanya budidaya satu keramba saja, namun karena mendapat penghasilan berlebih dari budidaya ikan tersebut, Saep kini sudah bisa pasang 6 keramba.

“Benihnya sebanyak 25 kilogram, dalam jangka waktu empat bulan, bisa menghasilkan 1,5 kwintal (ikan). Sebenarnya kami ingin mengembangkan dengan jenis ikan lainnya, atau menambah keramba, namun masih terkendala permodalan, baik benih, peralatan, serta pakan," ungkapnya.

Menurut Saep, kubangan di galian pasir di lahan miliknya itu menjadi spot favorit warga pajampangan untuk memancing karena selain wilayahnya luas, juga terdapat beraneka macam jenis ikan.

“Ada bermacam ikan mulai dari ikan mas, nila, mujair, bahkan sidat (lubang) juga ada. Mereka yang mancing disini tidak pakai tarif, ada yang memberi Rp 10 ribu - Rp 20 ribu, sekali mancing, tidak diwaktu," terangnya.

"Semoga pihak pemerintah bisa memfasilitasinya, karena ini potensi untuk pemberdayaan warga," pungkasnya.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT