Sukabumi Update

Huntara untuk Penyintas Bencana Sukabumi, BPBD: Data Awal 9 Ribu Rumah Rusak

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena (Sumber: su/ibnu)

SUKABUMIUPDATE.com - Sejumlah warga terdampak bencana di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tengah berupaya menyelesaikan pembangunan hunian sementara (huntara) dengan dukungan berbagai pihak. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengungkapkan hingga saat ini sudah ada 312 unit huntara yang terbangun, dengan tambahan 50 unit lagi dalam proses pengerjaan di Kecamatan Kalibunder.

“Hampir semua wilayah terdampak bencana, khususnya di Kecamatan Pabuaran, rata-rata sudah menempati hunian sementara. Adapun rincian pembangunan huntara, yakni Kecamatan Purabaya 33 unit, Kalibunder 32 unit (dengan tambahan 50 unit dalam proses), Pabuaran 157 unit, Lengkong 30 unit, Jampangtengah 17 unit, Cibitung 6 unit, dan Gegerbitung 37 unit,” ujar Deden, Selasa (4/1/2025).

Baca Juga: Papajar, Tradisi Sukabumi yang Menghidupkan Semangat Menyambut Ramadan

Lebih lanjut, Deden menjelaskan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Sukabumi mengumpulkan dana bantuan dari berbagai pihak untuk proses tersebut. Seperti membeli tanah seluas 5 hektar di Desa Lembur Sawah, Kecamatan Pabuaran. “Saat ini sudah memasuki tahap cut and fill. Keputusan pembangunan huntara didasarkan pada hasil penilaian tim emulator, yang menentukan tingkat kerusakan rumah, apakah termasuk rusak berat, sedang, atau ringan,” jelasnya.

Menariknya, konsep kebersamaan diterapkan dalam pemulihan ini. “Warga yang rumahnya rusak berat akan dibangunkan huntara, tetapi yang tidak masuk kategori tersebut tetap mendapatkan kavling tanah. Pendanaan ini berasal dari donasi berbagai pihak, seperti perguruan tinggi, komunitas dan elemen warga lain,” katanya.

Baca Juga: Lindungi Pekerja Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Sosialisasi Program kepada ASN Dinkes

Menurut Deden, upaya penanganan bencana ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan peran relawan yang sangat signifikan. “Hari ini, sekitar 70 persen huntara sudah dibangun berkat bantuan relawan. Bahkan, ada beberapa warga yang langsung menempati hunian tetap (huntap). Proses administrasi di pemerintah memang membutuhkan tahapan, tetapi kehadiran relawan sangat membantu percepatan pemulihan,” katanya.

Menghadapi bulan Ramadan dan lebaran yang semakin dekat, Deden memastikan BPBD tetap bergerak untuk membantu masyarakat terdampak yang masih berada di pengungsian.

Baca Juga: 6 Destinasi Wisata Religi di Jawa Barat yang Cocok Dikunjungi Saat Ramadan

“Saat ini masih ada beberapa keluarga yang tinggal di rumah saudara atau madrasah. Sebagian kecil juga masih berada di pengungsian, seperti di Gegerbitung, di mana ada 9 KK yang akan segera menerima bantuan logistik,” ungkapnya.

BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan pendataan terhadap rumah yang terdampak. Dari data awal, tercatat sekitar 9.000 rumah mengalami kerusakan. “Tim dari Dinas Perkim telah melakukan penilaian terhadap 6.000 rumah pada tahap pertama, dan kini tahap kedua sedang berjalan. Luasnya wilayah terdampak menjadi tantangan tersendiri dalam proses ini,” jelas Deden.

Baca Juga: Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba Polres Sukabumi Kota Berganti, Ini Pejabat Barunya

Deden juga menyebut pemda tengah menyusun dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). “Kami diberikan waktu 90 hari untuk menyusun dokumen ini. Saat ini progresnya sudah mencapai 80 persen. Kami targetkan pada awal Maret 2025, dokumen utuh yang mencakup dampak sosial, ekonomi, kesehatan, dan infrastruktur bisa diserahkan,” tegasnya.

Dokumen R3P ini nantinya akan diajukan ke berbagai pihak, seperti Bappeda, BPBD Provinsi Jawa Barat, hingga BNPB di tingkat pusat. “Kami sudah berkoordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Dalam Negeri. Suratnya sudah turun, mereka tinggal menunggu dokumen final R3P,” tuturnya.

Baca Juga: BRIN Prediksi Awal Puasa Ramadan 2025 Pemerintah Berbeda dengan Muhammadiyah

BPBD Kabupaten Sukabumi berharap proses ini bisa segera rampung, mengingat masyarakat masih sangat membutuhkan bantuan. “Kami terus mengkomunikasikan dengan pihak-pihak terkait, seperti Cipta Karya melalui Dinas Perkim. Semoga dengan kolaborasi ini, pemulihan bisa lebih cepat dan masyarakat bisa segera bangkit dari dampak bencana,” pungkasnya.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT