SUKABUMIUPDATE.com - Material longsor yang sempat menutup Ruas Jalan Nasional Bagbagan-Kiaradua di Kampung Ciawitali, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, akhirnya berhasil dievakuasi menggunakan alat berat, Senin (15/12/2025).
Sejak pukul 11.39 WIB, petugas gabungan dari Polsek Simpenan, Forkopimcam, serta instansi teknis mulai melakukan evakuasi material longsoran yang menutupi badan jalan.
Satu unit alat berat dikerahkan untuk menyingkirkan tanah, lumpur, yang sebelumnya menghambat arus kendaraan dari dua arah.
Tak berselang lama, antrean kendaraan yang sempat mengular mulai terurai. Arus lalu lintas dari arah Bagbagan menuju Kiaradua maupun sebaliknya kini sudah dapat dilalui kembali oleh kendaraan roda dua dan roda empat.
Baca Juga: Sukabumi Ternyata Miliki Ratusan Hektare Kebun Sawit, Lokasinya di Kawasan Geopark Ciletuh
Meski demikian, berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi jalan masih licin akibat sisa lumpur bekas longsoran sehingga pengendara diminta menurunkan kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan.
Kapolsek Simpenan, AKP Bayu Sunarti Agustina, mengatakan bahwa proses evakuasi dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan keselamatan petugas dan pengguna jalan.
“Untuk proses evakuasi hari ini kami bersama Forkopimcam dan instansi terkait. Kami juga mendapatkan bantuan alat berat untuk membuka jalur dari Kiaradua menuju Bagbagan,” ujar AKP Bayu di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan, berkat kesiapan personel dan peralatan, penanganan longsor dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat. Petugas fokus membersihkan material utama yang menutup badan jalan agar kendaraan bisa segera melintas, sembari tetap melakukan pengaturan arus lalu lintas.
“Alhamdulillah, sampai saat ini jalan sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat. Proses evakuasi sendiri sekitar 30 menit sampai 1 jam dan sekarang sudah lancar,” jelasnya.
Baca Juga: Pulang Umrah, 36 Warga Jampang Kulon Terhambat Longsor di Jalur Bagbagan–Kiaradua
Meski akses jalan telah dibuka, kata Bayu, pihak dari kepolisian bersama unsur terkait masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi longsor susulan, mengingat curah hujan masih mengguyur wilayah Simpenan.
Bayu juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintas di jalur rawan bencana, agar tetap waspada dan mengutamakan keselamatan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas. Apabila curah hujan tidak berhenti dan kondisi dirasa membahayakan, segera menyelamatkan diri dan menghindari lokasi rawan longsor,” pungkasnya.
Editor : Asep Awaludin