SUKABUMIUPDATE.com - Empat pemuda yang menjadi korban pembacokan saat malam pergantian tahun 2025-2026 di Jalan R Syamsudin SH, tepatnya di pertigaan samping ganesha Operation (GO) Balai Kota Sukabumi harus dilarikan ke RSUD R Syamsudin SH (Bunut) akibat luka yang dideritanya.
Berdasarkan informasi, usai kejadian keempat korban tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD R Syamsudin SH sekira pukul 00:30 Wib dini hari pada Rabu (1/1/2026) diantar oleh beberapa orang yang berada di tkp kejadian.
Humas RSUD R Syamsudin SH sekaligus Ketua Tim Penanganan Keluhan, Irfan Nugraha, membenarkan adanya empat pasien yang ditangani pihak rumah sakit pada saat bersamaan dengan keluhan yang sama yakni luka akibat kekerasan benda tajam.
“Jadi betul memang ada empat korban pembacokan yang datang ke IGD kami sekitar pukul 00.30 WIB tanggal 1. Keempatnya ini ada dua kelompok kalau saya kelompokkan. Ada kelompok yang ringan artinya boleh pulang dan ada yang lukanya cukup serius dan perlu perawatan lebih lanjut,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Jumat (2/1/2025).
Baca Juga: Malam Tahun Baru Berdarah, 4 Remaja Jadi Korban Pembacokan di Sekitar Balai Kota Sukabumi
Untuk dua korban dengan luka ringan, Irfan menjelaskan bahwa luka berada di beberapa bagian tubuh. “Luka-lukanya yang boleh pulang itu ada yang perlukaan di daerah pipi dan bahu kiri, terus ada juga di daerah punggung. Itu sudah ditangani di IGD, dijahit, kemudian diberikan obat-obatan yang diperlukan dan boleh pulang,” jelasnya.
Sementara itu, dua korban lainnya masih menjalani perawatan intensif karena mengalami luka yang lebih serius. “Nah untuk yang dua lagi karena lukanya lebih serius, yang pertama lukanya itu di telapak tangan kanan dan lutut kanan. Itu sedang dirawat saat ini, kemudian yang satu lagi lukanya di jari tengah tangan kiri. Datang ke IGD sudah kondisi hampir putus, kemudian sekarang juga sedang dalam perawatan,” ungkap Irfan.
Terkait kemungkinan tindakan amputasi, pihak rumah sakit belum dapat memastikan. “Rencana amputasi belum bisa dipastikan, nanti akan dievaluasi lebih lanjut oleh dokter spesialis tulang, dokter ortopedi di ruang operasi. Nanti beliau yang akan menentukan apakah lukanya akan diamputasi atau tidak,” katanya.
Baca Juga: Kabupaten Sukabumi Sumbang 50 Persen Produksi Sawit se Jabar
Dari hasil pemeriksaan medis, luka para korban mengindikasikan akibat serangan benda tajam. “Kalau dari pola gambaran lukanya itu kan ada tepinya tajam jadi mengindikasikan kekerasan benda tajam. Kalau untuk bendanya apa, karena tidak tertancap di pasien, tidak ada juga yang ingat bendanya apa jadi tidak bisa dipastikan,” ujar Irfan.
Ia juga memastikan tidak ditemukan tanda-tanda infeksi pada luka para korban. “Infeksi tidak ada, semua sudah diberikan serum anti tetanus juga,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, suasana perayaan malam tahun baru di pusat Kota Sukabumi berubah mencekam. Empat remaja dilaporkan menjadi korban pembacokan brutal di sekitar Jalan R Syamsudin SH, tepatnya di pertigaan samping Ganesha Operation (GO) Balai Kota Sukabumi pada Selasa (31/12/2025) malam.
Baca Juga: Ditemukan 62 Kasus, Kemenkes Ungkap Super Flu di Indonesia Masih Terkendali
Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 23:00 Wib saat kawasan tersebut dipadati warga yang merayakan pergantian tahun. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, sekelompok orang yang datang menggunakan sepeda motor secara tiba-tiba menyerang para korban dengan senjata tajam.
Salah seorang saksi mata, Ambon (23), menuturkan bahwa para korban saat itu tengah berkumpul sebelum tiba-tiba diserang tanpa ada cekcok sebelumnya. Ia mengatakan rombongan pelaku langsung mengayunkan senjata tajam ke arah para remaja. “Lagi nongkrong, tiba-tiba datang rombongan motor bawa sajam. Langsung nyerang, nggak tahu motifnya apa,” ujarnya.
Ambon menambahkan, situasi di lokasi kejadian sempat kacau. Warga dan pengunjung yang berada di sekitar titik kejadian berhamburan menyelamatkan diri. Suara teriakan bercampur dengan bunyi petasan membuat kondisi semakin tidak terkendali. Sejumlah korban terlihat tergeletak bersimbah darah sebelum akhirnya dievakuasi.
Editor : Asep Awaludin