Sukabumi Update

Pantai Talanca Sukabumi Surut, Warga Loji Berburu Kerang di Balik Tumpukan Sampah

Warga Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi saat berburu kerang di balik tumpukan sampah Pantai Talanca yang surut. Jumat (1/1/2026). (Sumber: SU/Ilyas Supendi)

SUKABUMIUPDATE.com - Di balik hamparan sampah yang menumpuk di pesisir Pantai Talanca, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi ternyata menyimpan biota laut yang dimanfaatkan oleh warga sekitar. Sejumlah warga tampak menyusuri bibir pantai berlomba mencari kerang putih atau kerang kepah, Jumat (2/1/2026).

Kerang kepah ( Polymesoda erosa ) dikenal sebagai salah satu jenis kerang laut yang cukup digemari masyarakat. Cangkangnya tebal berwarna putih dengan bentuk segitiga, dan biasanya hidup di pantai berpasir. Menariknya, di Pantai Talanca, kerang-kerang ini justru banyak ditemukan di sela-sela tumpukan sampah.

Didin (34), warga Desa Loji, mengatakan kemunculan kerang kepah ini dimanfaatkan warga sejak dua hari terakhir, terutama saat air laut surut.

“Dari kemarin yang paling banyak itu kemarin. Ada yang dapat satu karung, bahkan ada yang dua karung beras. Kalau hari ini sudah hari kedua jadi enggak terlalu banyak,” ujar Didin saat ditemui sukabumiupdate.com di lokasi.

Baca Juga: 4 Korban Pembacokan Dilarikan ke RSUD Bunut, Dokter: 1 Korban Jarinya Hampir Putus

Ia mengungkapkan, hasil buruan kerang tersebut sebagian besar dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk dijual jika ada peminat.

Ini nanti kerangnya buat dimakan saja sih, enggak dijual. Tapi kalau misalkan ada yang mau beli, ya dijual saja,” katanya.

Menurut Didin, faktor pasang surut air laut sangat memengaruhi jumlah kerang yang bisa didapatkan warga. Saat air surut, kerang lebih mudah ditemukan, sedangkan saat air pasang hasilnya jauh berkurang.

Kalau lagi surut mah banyak. Kalau sekarang airnya lagi gede, lagi pasang, jadi agak sulit,” tuturnya.

Ia juga menyebutkan bahwa kerang kepah di Pantai Talanca umumnya ditemukan di pasir, namun banyak pula yang terjebak di tumpukan sampah kiriman.

Kalau di sini mah di pasir. Ada juga yang di tumpukan sampah, mungkin karna terbawa ombak laut jadi ada di tumpukan sampah,” ucapnya.

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT