Sukabumi Update

Pria Berseragam Ormas Diringkus Warga Sukabumi: Diduga Curi Kopi di Warung, GRIB Jaya Klarifikasi

Ilustrasi warga di Sukabumi ringkus pria berseragam ormas (Sumber: edit by copilot)

SUKABUMIUPDATE.com - Jagat medsos Sukabumi heboh dengan video pria berseragam ormas (organisasi kemasyarakatan) diringkus warga gegara dugaan pencurian kopi di warung yang berada di Desa Sukadamai Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Jumat (2/1/2026). Ormas GRIB Jaya di Sukabumi memberikan penjelasan dan klarifikasi atas video viral tersebut,. 

Peristiwa warga ringkus terduga pelaku pencurian kopi di warung itu terjadi di Kampung Kadupugur RT 04/03, Desa Sukadamai, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, sekitar pukul 12.00 WIB, usai sholat Jumat. Dalam video viral yang beredar, pelaku adalah seorang pria berkemeja , yang dalam narasi video disebutkan oleh warga sebagai atribut ormas Grib Jaya.

Setelah diringkus pelaku dibawa oleh warga ke kantor desa. Kepala Desa Sukadamai, Rudi Hartanto, menjelaskan dia tidak mengetahui secara persis kronologi awal kejadian, karena menerima informasi setelah warga lebih dulu mengamankan terduga pelaku.

Baca Juga: Perkebunan Sawit Eksisting di Sukabumi hingga Bogor Akan Dievaluasi Pemprov Jabar

Ceritanya kami juga tidak tahu persis, karena kami dilaporkan oleh warga sudah menangkap salah satu pencurian. Setelah salat Jumat, yang bersangkutan dibawa ke balai desa,” ujar Rudi kepada sukabumiupdate.com.

Menurutnya, situasi di balai desa saat itu dipenuhi warga. Untuk menghindari kerumunan yang lebih besar dan memastikan tidak terjadi tindakan kekerasan, pihak desa bersama warga kemudian membawa terduga pelaku ke Polsek Cibadak.

“Karena warga sudah berkerumun semua, jadi untuk mengamankan dan memastikan tidak ada tindak kekerasan, langsung dibawa ke Polsek Cibadak,” katanya.

Baca Juga: Sukabumi dan Garis Krisis Sampah Jawa Barat, Walhi Kritik Kebijakan yang Setengah Hati

Berdasarkan informasi dari pemilik warung, terduga pelaku diduga mencuri kopi sebanyak dua dus. Rudi menyebut kopi tersebut sebagian sudah terbawa oleh terduga pelaku saat diamankan warga.

“Informasi dari korban, yang dicuri itu kopi, dua dus. Kopi yang sudah terbawa,” ucapnya.

Rudi juga menyampaikan, berdasarkan laporan pemilik warung, aksi pencurian di lokasi tersebut kerap terjadi, terutama saat pelaksanaan salat Jumat. Pelaku diduga memanfaatkan kondisi ketika sebagian besar warga laki-laki tengah melaksanakan ibadah.

Baca Juga: Kemnaker Laporkan Dugaan Manipulasi Data Program Magang Nasional di Sukabumi

“Dari laporan pemilik warung, sering terjadi pencurian saat kegiatan salat Jumat. Jadi pelaku memanfaatkan situasi itu,” ujarnya.

Pihak desa menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada kepolisian. “Untuk langkah selanjutnya, setelah kita lepaskan tanggung jawab ke kepolisian, hari ini kita tunggu saja bagaimana dari pihak kepolisian,” kata Rudi.

Klarifikasi GRIB Jaya

Sekretaris GRIB Jaya Kabupaten Sukabumi, Endan Sukmawan, memberikan klarifikasi atas video viral tersebut. Terutama soal atribut organisasi GRIB yang dikenakan terduga pelaku saat kejadian.

Baca Juga: Daftar Desa-Kelurahan Pemenang Anugerah Gapura Sri Baduga Jabar 2025, Tak Ada dari Sukabumi

Ia menegaskan bahwa terduga pelaku bukan anggota GRIB. “Kami dari keluarga besar GRIB Kabupaten Sukabumi merasa sangat kecewa. Setelah diklarifikasi, pelaku itu bukan anggota GRIB,” tegas Endan.

Ia menyebut, pihaknya telah melakukan pengecekan internal, termasuk berkoordinasi dengan pengurus GRIB di wilayah Kota Sukabumi, setelah muncul informasi bahwa terduga pelaku berasal dari Cijangkar.

“Kami sudah klarifikasi ke rekan-rekan, termasuk ke Kota Sukabumi. Dari GRIB Cijangkar juga menyatakan itu bukan anggota,” katanya.

Baca Juga: Belum Terima Laporan dari Keluarga 4 Korban Pembacokan, Kapolres Sukabumi Kota: Kita Telusuri

Endan menuturkan, pihaknya akan meminta terduga pelaku untuk melakukan klarifikasi secara terbuka. Langkah tersebut diambil sebagai upaya meluruskan informasi yang telah beredar luas di media sosial.

“Kami ingin meminta pelaku melakukan klarifikasi, karena apa yang sudah dia lakukan sangat memalukan kami sebagai keluarga besar GRIB, khususnya Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

Menurut Endan, terduga pelaku menggunakan atribut GRIB saat kejadian, namun tidak memiliki kartu tanda anggota (KTA). “Kalau anggota itu harus ber-KTA. Yang bersangkutan sama sekali tidak memiliki KTA. Dengan tegas kami nyatakan, pelaku ini bukan anggota GRIB,” pungkasnya.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT