Sukabumi Update

Awal 2026, Enam Bencana Landa Sukabumi: Puluhan Warga Mengungsi, Sekolah Ambruk

Ruang kelas SDN Karikil, Kampung Babakan Sari RT 03/08, Desa Cikurutug, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi ambruk akibat hujan deras. (Sumber Foto: P2BK Cireunghas)

SUKABUMIUPDATE.com – Mengawali tahun 2026, Kabupaten Sukabumi dilanda enam kejadian bencana alam akibat cuaca ekstrem dan hujan berintensitas tinggi. Rentetan bencana tersebut menyebabkan puluhan warga terpaksa mengungsi, serta satu bangunan sekolah dilaporkan ambruk.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, tercatat sejumlah kejadian bencana berupa tanah longsor, pergeseran tanah, hingga bangunan roboh di beberapa kecamatan sejak 2 hingga 4 Januari 2026.

Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya 21 rumah terdampak dan terancam, sementara 23 kepala keluarga dengan total 70 jiwa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan seluruh kejadian tersebut dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejumlah wilayah sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026.

“Alhamdulillah dari seluruh kejadian tidak ada korban jiwa maupun luka, namun beberapa rumah dan fasilitas umum terdampak cukup serius,” kata Daeng, Minggu (4/1/2026).

Baca Juga: Bendungan Jebol-Irigasi Rusak, 25 Ha Sawah di Jampangtengah Terancam Gagal Panen

Salah satu dampak paling signifikan terjadi pada sektor pendidikan. Pada Jumat (2/1/2026) pukul 01.30 WIB, satu ruang kelas di SDN Karikil, Kampung Babakan Sari RT 03/08, Desa Cikurutug, Kecamatan Cireunghas, ambruk akibat hujan deras dan kondisi material bangunan yang sudah lapuk. Selain itu, empat ruang kelas lainnya dilaporkan dalam kondisi rawan ambruk.

Bencana lainnya terjadi pada Sabtu (3/1/2026) pukul 03.00 WIB di Kampung Cipanggulaan RT 04/01, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda. Hujan deras menyebabkan satu unit rumah milik Dadang, yang dihuni satu kepala keluarga dengan tiga jiwa, ambruk pada bagian dinding dapur.

Masih di hari yang sama, tanah longsor terjadi sekitar pukul 07.00 WIB di Kampung Karang Sasak RT 03 RW 11, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh. Longsoran setinggi sekitar tiga meter dengan panjang 15 meter menimpa bagian kamar dan kamar mandi rumah milik Asep Sumatri yang dihuni empat jiwa, serta mengancam satu rumah lainnya.

Baca Juga: Jalan Rusak Parah, Seorang Ibu di Waluran Terpaksa Ditandu ke Puskesmas Usai Melahirkan

Sementara itu, pergeseran tanah terjadi pada Jumat (2/1/2026) pukul 21.45 WIB di Kampung Pinangjajar RT 11/03, Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran. Pergeseran tanah susulan dari kejadian Maret 2025 tersebut mengancam 18 rumah, sehingga 23 kepala keluarga dengan 70 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Di Kecamatan Simpenan, tepatnya di Kampung Pojok RT 25 RW 04, Desa Cibuntu, tanah longsor pada Jumat malam sempat menutup akses jalan. Namun, kondisi terkini akses tersebut sudah dapat dilalui kembali oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kejadian terbaru terjadi pada Minggu (4/1/2026) pukul 02.45 WIB di Kampung Sukarame RT 04 RW 05, Desa Parakansalak, Kecamatan Parakansalak. Hujan deras menyebabkan satu unit rumah warga dalam kondisi terancam tanah longsor, sehingga pemantauan terus dilakukan oleh petugas.

BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila terjadi tanda-tanda bencana, mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT