Sukabumi Update

Inovasi Penyulingan Minyak Atsiri dari Paguyuban Petani Jampang Manggung Sukabumi

Pembuatan mesin penyulingan minyak atsiri di Purabaya, oleh Paguyuban Petani Jampang Manggung.. (Sumber : SU/Ragil Gilang).

SUKABUMIUPDATE.com - Paguyuban Petani Jampang Manggung beralamat di Kampung Cikontrang Desa Citamiang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, menghadirkan terobosan baru dalam pengembangan usaha penyulingan minyak atsiri berbasis petani. Selain memproduksi dan menerima minyak atsiri, paguyuban yang dipimpin Andri Keling (42 tahun) kini membuka jasa pembuatan serta perbaikan mesin penyulingan minyak atsiri.

Ketua Paguyuban Petani Jampang Manggung Purabaya, Andri Keling, mengatakan inovasi ini lahir dari evaluasi panjang selama empat tahun berkecimpung dalam pengolahan minyak atsiri dari berbagai bahan baku, seperti sereh wangi, nampu (cariang), pala, nilam, dan komoditas lainnya.

“Mesin penyulingan merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam mengembangkan UMKM di daerah. Dengan mesin yang tepat, para petani tidak hanya menjual bahan baku, tetapi juga bisa mengolah sendiri sehingga kesejahteraan mereka meningkat,” ujar Andri kepada Sukabumiupdate.com, Minggu (11/1/2026).

Baca Juga: Tempat Nobar Persib Bandung vs Persija Jakarta di Sukabumi, Cek Lokasi di Sini!

Menurutnya, salah satu faktor utama penyebab kurang berhasilnya usaha penyulingan minyak atsiri adalah produksi minyak yang tidak stabil. Hal ini sering disebabkan oleh alat atau mesin penyulingan yang tidak sesuai standar.

“Kadang bahan bakunya sangat berkualitas, tapi hasil penyulingannya tidak memuaskan karena mesinnya tidak optimal. Akibatnya, hasil produksi tidak mencapai harga pokok penjualan (HPP),” jelasnya.

Paguyuban Petani Jampang Manggung Purabaya kini melayani pembuatan dan perbaikan mesin penyulingan aneka minyak atsiri dengan berbagai kapasitas, mulai dari 200 kilogram, 500 kilogram, hingga 1 ton, tergantung kebutuhan konsumen atau pengrajin.

Baca Juga: Grok AI Diblokir Komdigi: Lindungi Perempuan dan Anak dari Konten Pornografi Palsu

“Tujuan kami sederhana, minimal para petani dan penyuling tetap eksis dan bisa terus mengembangkan usahanya. Mesin yang baik akan sangat menentukan hasil produksi, selain bahan baku dan harga,” tambahnya.

Selama ini, proses pengolahan minyak atsiri dilakukan melalui tahapan panen, pencacahan, pengeringan, hingga distilasi menggunakan mesin penyulingan. Dengan adanya layanan pembuatan dan perbaikan mesin tersebut, Andri berharap produksi minyak atsiri di wilayah Sukabumi, khususnya Purabaya, dapat lebih optimal dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Untuk pembuatan mesin penyulingan secara full set, Andri menyebutkan waktu pengerjaan rata-rata sekitar dua bulan, menyesuaikan dengan kapasitas mesin yang dipesan.

“Kami ingin mendorong petani agar tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah, tetapi juga mampu mengolah sendiri hasil pertaniannya menjadi produk bernilai tambah,” pungkasnya.

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT