SUKABUMIUPDATE.com - Dampak luapan Sungai Ciranca menyebabkan Puskesmas Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali terendam banjir. Warga dan pasien terpaksa dievakuasi.
Bencana ini terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari hingga Senin (12/1/2026) pagi. Akibatnya area tersebut terendam air hingga mencapai ketinggian sekitar 20 hingga 50 centimeter. Diketahui, Puskesmas Palabuhanratu juga sempat terendam banjir pada Desember 2024 lalu.
Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto, mengatakan personel rescue Kantor SAR Jakarta melalui Pos SAR Sukabumi langsung diterjunkan ke lokasi usai menerima laporan masyarakat sekitar pukul 05:15 Wib pagi. Tim SAR melakukan penyelamatan dan evakuasi di area Puskesmas Palabuhanratu yang tergenang banjir.
"Ketinggian air di lokasi bervariasi antara 20 hingga 50 sentimeter. Sekitar pukul 05.15 WIB kami menerima laporan dari masyarakat, kemudian personel rescue kami kerahkan untuk melakukan proses evakuasi terhadap warga yang terdampak," ujar Suryo.
Baca Juga: Penyintas Bencana di Lembursawah Pabuaran Sukabumi Menunggu Kunci Hunian Tetap dari BNPB
Dalam proses evakuasi tersebut, sebanyak kurang lebih 10 orang warga berhasil diselamatkan dan dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Upaya penanganan dilakukan dengan berkoordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Sukabumi.
Sementara itu, Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Sukabumi, Kuswan Hermawan, menyampaikan bahwa pihaknya langsung melakukan penanganan pascabanjir di wilayah Palabuhanratu dan sekitarnya.
"Kami diturunkan atas perintah Kepala BPBD untuk mengatasi bekas banjir yang terjadi pada Sabtu dan Minggu. Di wilayah belakang Puskesmas, beberapa rumah sempat terendam dengan kedalaman setengah hingga satu meter," ungkapnya.
Kuswan memastikan tidak ada dampak serius terhadap warga. "Alhamdulillah tidak ada yang terdampak serius, hanya terendam saja. Begitu air surut, genangan di rumah warga juga sudah bobos. Kami fokus membersihkan lumpur yang mengganggu aktivitas warga, termasuk timbunan lumpur di jalan raya,"katanya.
Baca Juga: Sekda Sukabumi Ungkap Biang Kerok Jalan A Yani Palabuhanratu Rusak Parah
Untuk penanganan di lapangan, BPBD menurunkan sekitar 10 personel yang dibagi ke beberapa titik bencana di wilayah Palabuhanratu.
"Selain di Palabuhanratu, dampak banjir juga terjadi di Citepus, termasuk rumah kepala desa dan fasilitas pendidikan Jammiyyatul Aulad. Personel kami dibagi-bagi, dibantu Satpol PP serta tim Destana (Desa Tangguh Bencana)," jelas Kuswan.
Terkait dampak korban, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi di wilayah Kelurahan Palabuhanratu. "Korban jiwa tidak ada, pengungsi juga tidak ada. Untuk wilayah lain masih kami lakukan verifikasi," ujarnya.
BPBD Kabupaten Sukabumi juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan mengingat musim hujan masih akan berlangsung. "Kami mengingatkan warga melalui grup WA RW dan desa untuk tetap waspada. Berdasarkan prediksi BMKG, musim hujan masih berlanjut hingga awal Maret. Mudah-mudahan dengan kewaspadaan bersama, dampaknya ke depan bisa diminimalisir," pungkasnya.
Editor : Asep Awaludin