SUKABUMIUPDATE.com - Pasca dilanda banjir akibat meluapnya Sungai Cicadas pada Minggu (28/12/2025) lalu, puluhan hektar sawah di Desa Sukamaju, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, hingga saat ini belum bisa kembali ditanami. Saat itu, selain banjir, bencana longsor juga terjadi di sejumlah titik di Desa Sukamaju.
Dari pantuan sukabumiupdate.com, peristiwa banjir dan longsor yang dipicu hujan deras tersebut juga menimbulkan kerusakan parah terhadap infrastruktur, rumah warga, serta fasilitas umum. Dampak paling signifikan dirasakan oleh para petani, karena lahan pertanian berupa sawah yang menjadi sumber penghidupan warga turut terdampak cukup berat.
Puluhan hektar sawah, terutama yang berada di dekat bantaran Sungai Cicadas, terendam banjir dan tertimbun lumpur, bebatuan, pasir, serta limbah kayu dan ranting dari pohon-pohon yang tumbang akibat derasnya arus air.
Kepala Desa Sukamaju, Aas Suganda, mengatakan berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat sekitar 50 hektar sawah dari delapan blok yang terdampak banjir. Sawah-sawah tersebut terendam saat para petani baru memasuki masa tanam padi kedua.
Baca Juga: Akhirnya Dirilis, BTS akan Menggelar World Tour di Jakarta Desember 2026
“Sebagian besar sawah tidak bisa langsung ditanami kembali karena tertimbun lumpur dan material lainnya. Dibutuhkan waktu dan penanganan khusus untuk mengembalikan kondisi lahan agar bisa digarap lagi,” ujar Aas kepada sukabumiupdate.com, Rabu (14/1/2026).
Kondisi tersebut membuat para petani mengalami kerugian besar, mengingat biaya tanam telah dikeluarkan dan tanaman padi yang baru ditanam rusak total.
Salah seorang petani, AD (50 tahun), berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk membantu pemulihan lahan pertanian warga. Menurutnya, banyak sawah milik warga saat ini tertimbun lumpur bercampur batu dan pasir sehingga tidak memungkinkan untuk ditanami dalam waktu dekat.
“Kami berharap ada bantuan alat berat atau program pemulihan dari pemerintah, supaya sawah bisa kembali ditanami dan kami bisa melanjutkan kehidupan sebagai petani,” ungkap AD.
Baca Juga: Capai Rp1,4 Miliar, Tahara BPR Sukabumi Cabang Jampangkukon Catat Peningkatan
Hingga saat ini, warga bersama aparat desa masih melakukan pembersihan material banjir secara manual, sembari menunggu langkah lanjutan dari pihak terkait untuk penanganan dampak bencana tersebut.
Editor : Syamsul Hidayat