SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi bergerak cepat menindaklanjuti informasi adanya dugaan tiga warga Kabupaten Sukabumi menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang saat ini berada di Rumah Singgah Dinas Sosial Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, Amanudin, mengatakan ketiga warga tersebut masing-masing berasal dari Kecamatan Tegalbuleud satu orang berusia 16 tahun, serta dua orang dari Kecamatan Ciracap berusia 16 dan 20 tahun.
“Begitu kami menerima informasi, kami langsung menindaklanjuti atas perintah Bupati Sukabumi Bapak Asep Japar, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Bapak Ade Suryaman, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi Bapak Bambang Widyantoro,” ujar Amanudin kepada Sukabumiupdate.com, Rabu (14/1/2026).
Baca Juga: Buka Tutup Jalan Bagbagan–Kiaradua: Bersihkan Material Longsor, Pengendara Hati-hati
Ia menjelaskan, tim Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi yang didampingi staf Bidang Rehabilitasi Sosial berangkat pada Selasa malam, 13 Januari 2026, sekitar pukul 22.30 WIB. Tim langsung melakukan komunikasi intensif dengan Dinas Sosial Kabupaten Boyolali dan tiba di Rumah Singgah Dinsos Boyolali pada Rabu pagi, 14 Januari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB.
“Alhamdulillah, setelah kami pastikan langsung, kondisi ketiga warga Kabupaten Sukabumi dalam keadaan sehat dan baik,” jelasnya.
Setelah memastikan kondisi para korban, Dinsos Kabupaten Sukabumi melanjutkan koordinasi ke Kantor Dinas Sosial Kabupaten Boyolali dan disambut dengan baik oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Boyolali serta Kanit PPA Polres Boyolali beserta jajaran.
Baca Juga: Diduga Korban TPPO, Sejumlah Remaja Putri Asal Sukabumi Terjaring Razia Dinsos Boyolali
Amanudin menambahkan, pada hari ini kami beserta tiga warga diduga korban TPPO, akan langsung kembali ke Sukabumi, diperkirakan tiba pada malam hari. Selanjutnya, pada keesokan harinya direncanakan akan dilakukan asesmen terhadap ketiga warga tersebut, sambil menunggu arahan pimpinan terkait proses pemulangan ke kampung halaman masing-masing.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Bupati Sukabumi, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Sosial Kabupaten Boyolali beserta seluruh jajaran atas kepedulian, perhatian, serta pendampingan yang telah diberikan kepada warga Kabupaten Sukabumi yang diduga menjadi korban TPPO,” ungkapnya.
Menurut Amanudin, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa praktik TPPO masih menjadi ancaman nyata, khususnya bagi anak dan perempuan. Oleh karena itu, respons cepat, pendekatan kemanusiaan, serta kerja sama lintas daerah sangat penting dalam penanganan kasus-kasus sosial seperti ini.
“Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen penuh untuk melanjutkan proses pendampingan, pemulihan sosial, serta memastikan hak-hak para korban terpenuhi setelah mereka kembali ke daerah asal,” tegasnya.
Selain itu, Pemkab Sukabumi juga akan terus memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat, penguatan peran keluarga, serta sinergi dengan berbagai pihak agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Kami percaya kolaborasi yang solid antar pemerintah daerah adalah kunci dalam menangani persoalan sosial yang kompleks. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, kita dapat memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat dan menjaga martabat kemanusiaan,” pungkas Amanudin. (adv)
Editor : Ikbal Juliansyah