SUKABUMIUPDATE.com - Seekor ular sanca berukuran besar ditemukan bersembunyi di kandang ayam milik warga di Jalan Raya Selakopi RT 02/04, Desa Lembursawah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (16/1/2026) pagi.
Wakil Komandan Posko VI Damkar Cisaat, Dudi Darmawidi, menjelaskan bahwa laporan diterima sekitar pukul 08.00 WIB. Penemuan bermula saat pemilik kandang hendak memberi makan ayam dan melihat ular melingkar di bagian atas kandang. Merasa terancam, pemilik segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.
“Ular masih berada di luar, di atas kandang ayam. Saat pemilik membuka tempat pakan ayam, ular terlihat jelas dan pemilik tidak berani menangani sendiri,” kata Dudi kepada sukabumiupdate.com.
Menindaklanjuti laporan tersebut, empat personel Posko VI Damkar Cisaat dikerahkan ke lokasi. Meski warga sempat berkerumun untuk menyaksikan, tidak ada yang berani mendekati ular tersebut hingga petugas tiba.
Dudi menjelaskan, ular yang dievakuasi merupakan jenis sanca kembang (Malayopython reticulatus) dengan panjang sekitar 4 meter dan berat kurang lebih 10 kilogram, atau seukuran betis orang dewasa. Proses evakuasi dilakukan menggunakan peralatan standar, salah satunya grab stick untuk mengamankan bagian kepala ular.
“Tantangan evakuasi tidak terlalu berat, hanya lokasi kandang yang sempit sehingga petugas harus berdesakan dan ular sempat memberikan perlawanan karena cukup berat. Namun, evakuasi berjalan lancar,” ujarnya.
Ia memastikan belum ada ayam yang dimangsa dan tidak ada korban luka dalam insiden ini. Saat ini, ular tersebut telah dibawa ke Posko Damkar untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.
Menurut Dudi, lokasi kejadian berada di kawasan permukiman yang berdekatan dengan rumpun bambu, selokan, dan area menurun yang berpotensi menjadi habitat ular. Warga setempat juga mengaku pernah melihat ular lain dengan ukuran lebih besar di sekitar lokasi.
Sebagai langkah pencegahan, Damkar mengimbau warga agar tidak menangani sendiri jika menemukan ular atau satwa liar berbahaya.
“Segera laporkan ke Damkar atau melalui RT setempat agar dapat ditangani secara aman,” pungkasnya.
Editor : Denis Febrian