SUKABUMIUPDATE.com - Kabupaten Sukabumi memberikan kontribusi besar peningkatan produksi hasil pertanian di Jawa Barat, sekaligus terhadap keberhasilan swasembada pangan nasional tahun 2025 yang diumumkan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 7 Januari 2026 di Karawang, Jawa Barat.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menyampaikan kontribusi Kabupaten Sukabumi tidak hanya berasal dari sektor produksi padi, tetapi juga dari komoditas jagung pipil dan jagung hibrida yang menunjukkan peningkatan signifikan. Capaian tersebut menegaskan peran strategis Sukabumi dalam menopang ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
"Pada tahun 2025, Kabupaten Sukabumi tercatat sebagai kabupaten dengan peringkat pertama peningkatan produksi jagung pipil kering di Provinsi Jawa Barat dengan total produksi mencapai 207.804 ton PK," ujarya kepada sukabumiupdate.com, Selasa (20/1/2026).
"Kabupaten Sukabumi juga menjadi daerah dengan kontribusi produksi jagung hibrida tertinggi kedua di tingkat Provinsi Jawa Barat, dengan total kontribusi sebesar 158.088 ton PK," tambahnya.
Baca Juga: Disdik Sukabumi Mulai Persiapan Awal Jelang SPMB Tahun Ajaran 2026/2027
Menurut Aep, prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak, khususnya jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi melalui bidang-bidang teknis, UPTD Pertanian, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan, serta para petani yang menjadi ujung tombak swasembada pangan.
Aep menambahkan, keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan para pemangku kepentingan, terutama Kepolisian Republik Indonesia dan Perum BULOG. "Dalam mendukung program swasembada pangan komoditas jagung, Polres Sukabumi secara aktif membantu, mendampingi, serta mengawal pelaksanaan program dan perluasan areal tanam jagung di Kabupaten Sukabumi," jelasnya.
Sementara Perum BULOG, kata Aep, berperan dalam menjaga stabilitas harga di tingkat petani serta memberikan kepastian pasar melalui penyerapan hasil produksi jagung sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Aep menjelaskan, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi telah melakukan berbagai langkah strategis, di antaranya perencanaan pengembangan komoditas jagung secara matang, pemantauan harian progres tanam dan panen di 47 kecamatan, koordinasi intensif dengan Kepolisian, penyaluran bantuan benih jagung dari pemerintah pusat seluas 18.333 hektare, serta pelaksanaan serapan hasil panen bersama Kepolisian dan Perum BULOG.
Baca Juga: Sekda dan Ketua DPRD Kota Sukabumi Jawab Tuntutan GMNI Soal TKPP
Dibawah kepemimpinannya, kata Aep, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan produksi jagung guna mendukung keberlanjutan swasembada pangan nasional.
"Upaya tersebut akan difokuskan pada peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman di wilayah sentra produksi, seperti Kecamatan Jampangtengah, Cidadap, Tegalbuleud, Warungkiara, dan Cidolog, serta perluasan areal tanam baru di kecamatan potensial, di antaranya Lengkong, Surade, Cimanggu, dan Ciemas," pungkasnya. (adv)
Editor : Syamsul Hidayat