SUKABUMIUPDATE.com - Sebanyak enam desa di Kabupaten Sukabumi tercatat masih menggunakan kayu sebagai bahan bakar utama untuk memasak kebutuhan rumah tangga. Data tersebut menunjukkan bahwa penggunaan bahan bakar tradisional masih bertahan di sejumlah wilayah pedesaan.
Bahan bakar kayu dalam hal ini merupakan jenis bahan bakar yang digunakan oleh mayoritas keluarga di desa atau kelurahan dalam aktivitas sehari-hari. Berdasarkan data Statistik Potensi Desa yang dipublikasikan BPS Kabupaten Sukabumi pada 2025, enam desa yang masih setia menggunakan kayu bakar tersebar di beberapa kecamatan.
Rinciannya, yaitu satu desa berada di Kecamatan Cidolog, tiga desa di Kecamatan Cidadap, serta dua desa di Kecamatan Purabaya.
Meski BPS tidak secara detil menyebut nama desa dan jumlah keluarga yang setia menggunakan kayu bakar untuk memasak, kondisi ini mencerminkan masih adanya keterbatasan akses masyarakat terhadap bahan bakar alternatif yang lebih modern.
Baca Juga: Kadistan: Padi dan Jagung Sukabumi Juara di Jabar, Jadi Penopang Swasembada Pangan Nasional
Sementara itu, penggunaan gas elpiji tabung 3 kilogram tercatat jauh lebih dominan. Sebanyak 378 desa di kabupaten tersebut telah menggunakan elpiji 3 kg sebagai bahan bakar utama memasak.
Adapun penggunaan gas elpiji tabung 12 kilogram masih relatif terbatas. Data mencatat hanya dua desa yang menggunakan elpiji 12 kg sebagai sumber energi memasak.
Sumber : Statistik Potensi Desa Kabupaten Sukabumi 2025
Editor : Syamsul Hidayat