SUKABUMIUPDATE.com – Identitas mayat pria yang ditemukan terapung di perairan Pantai Cibuaya, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Salman Abdul Latif (20 tahun), warga Cipinang Asem RT 014/04 Kebon Pala, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, dengan domisili terakhir tinggal di wilayah Cikeas, Bogor.
Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga pada Rabu (21/1/2026) dini hari di RSUD Jampangkulon setelah proses identifikasi dan koordinasi dengan keluarga selesai dilakukan.
Kapolsek Ciracap AKP Taufick Hadian mengatakan, penyerahan jenazah dilakukan sekitar pukul 02.30 WIB. Setelah itu, jenazah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
Baca Juga: Mayat Pria Ditemukan Terapung di Laut Cibuaya Sukabumi, Diduga Warga Asal Jakarta
“Jenazah korban sudah kami serahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan,” ujar AKP Taufick kepada sukabumiupdate.com, Rabu pagi.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi, Salman diduga kuat merupakan korban kecelakaan laut yang terjadi di Pantai Goa Langir, Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
Jasadnya ditemukan tiga hari kemudian, Selasa sore (20/1/2026), di perairan Pantai Cibuaya, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Sukabumi. Penemuan pertama kali dilaporkan oleh warga sekitar pukul 17.00 WIB dalam kondisi terombang-ambing di laut.
Baca Juga: Duka di Balik Kepulan Asap Tambang Emas Pongkor: 5 Gurandil Tewas, 3 Diduga Masih Terjebak
Proses Evakuasi Tim Gabungan
Evakuasi berlangsung dramatis karena jasad sempat terseret arus hingga dua kilometer ke tengah laut. Tim gabungan yang terdiri dari TNI AL Ujunggenteng, Polsek Ciracap, Balawista, serta nelayan setempat harus menggunakan perahu untuk menjangkau jasad korban.
"Korban ditemukan dalam posisi tengkurap dan berhasil dievakuasi ke darat melalui Pantai Kalapa Condong sekitar pukul 18.00 WIB," tambah AKP Taufick.
Penemuan ini sekaligus menutup operasi pencarian yang sebelumnya dilakukan oleh tim SAR gabungan lintas provinsi antara Banten dan Jawa Barat.
Editor : Denis Febrian