SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) mulai menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) serta Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah Tahun 2027. Proses perencanaan tersebut dimulai sejak Januari 2026 secara sistematis dan partisipatif.
Kepala Bapperida Kabupaten Sukabumi, Toha Wildan Athoilah, menyampaikan bahwa penyusunan RKPD dan Renja Perangkat Daerah Tahun 2027 melibatkan berbagai tahapan perencanaan yang terstruktur. Tahapan tersebut meliputi perencanaan awal, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa dan kecamatan, forum perangkat daerah, hingga penetapan dokumen perencanaan. Sementara ini tahapan Musrenbang akan dilakukan di tingkat kecamatan mulai Februari 2026.
“Penyusunan RKPD dan Renja Perangkat Daerah dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan guna menyelaraskan kebutuhan pembangunan daerah,” ujar Toha saat menyampaikan paparan pada Rapat Dinas Bulan Januari Tahun 2026 di Aula Utama Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Senin (19/1/2026).
Baca Juga: Potensi Banjir di Kota dan Kabupaten Sukabumi Dasarian III Januari 2026
Rapat dinas yang dipimpin langsung oleh Bupati Sukabumi Asep Japar tersebut menjadi forum koordinasi awal bagi jajaran pimpinan dan perangkat daerah dalam menyatukan arah kebijakan serta program pembangunan Kabupaten Sukabumi ke depan.
Toha menegaskan, seluruh proses perencanaan dilakukan melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Penerapan sistem ini disertai dengan penguatan verifikasi teknis dan administratif untuk menjamin kualitas, konsistensi, serta akuntabilitas dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Isu strategis pembangunan Kabupaten Sukabumi
Dalam kesempatan tersebut, Toha juga memaparkan sejumlah isu strategis pembangunan daerah tahun 2026–2027. Salah satu fokus utama pemerintah daerah adalah penguatan disiplin fiskal agar belanja daerah lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa visi pembangunan Kabupaten Sukabumi adalah Terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah (Mubarakah).
Adapun arah dan prioritas pembangunan difokuskan pada penyiapan ekosistem pendukung penguatan agroindustri dan pariwisata sebagai sektor unggulan daerah untuk mendorong transformasi dan akselerasi pembangunan jangka menengah dan panjang.
Selain itu, Toha juga membeberkan berbagai tantangan eksternal yang perlu diantisipasi dalam perencanaan pembangunan, seperti ketidakpastian ekonomi global, dinamika geopolitik, fluktuasi nilai tukar, serta potensi perlambatan ekonomi.
Baca Juga: KDM Targetkan Desa Rawan Gigitan Ular di Jabar Miliki Vaksin dan Serum Antibisa
Menurut Toha, bonus demografi merupakan peluang strategis yang harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu menjadi kekuatan pembangunan, bukan sebaliknya.
Di sisi lain, ungkap Toha, risiko bencana dan kerentanan lingkungan juga menjadi perhatian utama sehingga pembangunan diarahkan pada peningkatan ketahanan dan keberlanjutan daerah. (adv)
Editor : Syamsul Hidayat