Sukabumi Update

Dampak Angin Kencang di Parakansalak, 7 Rumah Warga di 3 Desa Dilaporkan Rusak Berat

BPBD KAbupaten Sukabumi saat melakukan peninjauan dan evakuasi pohon tumbang di Kecamatan Parakansalak. (Sumber : Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Peristiwa pohon tumbang akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (24/1/2026) pagi menerjang tiga Desa, akibatnya tujuh rumah warga dilaporkan alami kerusakan.

Berdasarkan informasi, peristiwa pohon tumbang itu terjadi di tiga desa di wilayah Kecamatan Parakansalak, yakni Desa Bojongasih dengan lima rumah terdampak, Desa Sukatani dengan satu rumah terdampak dan Desa PArakansalak dengan satu rumah terdampak.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Parakansalak, Jujun Juaeni, menjelaskan, peristiwa terjadi sekitar pukul 08.00 WIB saat angin kencang melanda wilayah tersebut. Di Desa Bojongasih, tepatnya di Kampung Cisarua RT 006/001, sebuah pohon durian berdiameter sekitar 50 sentimeter tumbang dan menimpa rumah warga.

“Di Bojongasih ada empat rumah tertimpa pohon dan satu rumah roboh, jadi total ada lima rumah terdampak. Pohon menimpa bagian dapur, ruang tengah, kamar tidur, hingga kamar mandi,” ujar Jujun.

Baca Juga: Cuaca Buruk Picu Pohon Tumbang dan Longsor di Tiga Titik Kota Sukabumi

Akibat kerusakan tersebut, rumah-rumah tersebut tidak dapat ditempati karena mengalami kebocoran dan kerusakan cukup parah. Sebanyak empat kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. Selain kerusakan bangunan, satu warga atas nama Mulyati mengalami luka ringan dalam kejadian tersebut.

Selain Bojongasih, dampak juga dirasakan di Desa Sukatani, di mana satu rumah mengalami kerusakan atap akibat angin kencang dan telah ditangani oleh petugas. Sementara itu, di Desa Parakansalak, terdapat laporan rumah warga yang mengalami kerusakan atap dan masih dalam tahap asesmen.

Jujun menuturkan, pihaknya bersama perangkat desa dan kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Tagana, serta unsur masyarakat telah melakukan peninjauan langsung dan asesmen ke lokasi kejadian.

“Kami juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini,” katanya.

Adapun kebutuhan mendesak bagi warga terdampak meliputi terpal dan peralatan dapur untuk menunjang aktivitas sementara selama masa pengungsian.

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT