SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah pohon berukuran besar tumbang dan melintang di Jalan Sudajaya Hilir, Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, tepatnya di depan SMP Negeri 8 Kota Sukabumi, Sabtu (24/1/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pohon tersebut tumbang akibat cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan deras yang melanda wilayah Kota Sukabumi. Kondisi tersebut membuat pohon yang sebelumnya telah terlihat miring dalam beberapa pekan terakhir akhirnya roboh dan menutup sebagian badan jalan.
Pantauan di lokasi menunjukkan batang pohon melintang di tepi jalan dengan ranting dan daun berserakan di aspal. Situasi ini sempat mengganggu arus lalu lintas karena pengendara harus memperlambat laju kendaraan dan lebih berhati-hati saat melintas di jalur tersebut.
Warga sekitar mengaku telah merasa khawatir sejak lama. Pasalnya, kondisi pohon dinilai rawan tumbang, terlebih lokasinya berada di depan fasilitas pendidikan yang setiap hari dilalui siswa dan masyarakat.
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Cikukulu Sukabumi, Remaja Perempuan Tewas Diduga Terlindas Tronton
“Sudah beberapa minggu terlihat miring. Kami khawatir karena posisinya di pinggir jalan dan dekat sekolah,” ujar salah seorang warga.
Sekitar pukul 13.00 WIB, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi turun ke lokasi untuk melakukan pembersihan material pohon yang tumbang. Proses evakuasi dilakukan guna memastikan akses jalan kembali normal dan aman dilalui kendaraan.
Berdasarkan keterangan pihak BPBD, pohon yang tumbang tersebut merupakan jenis pohon gacrot atau kecrutan dengan diameter sekitar 70 sentimeter dan tinggi kurang lebih 20 meter. Ukurannya yang besar menjadi salah satu faktor yang menyebabkan proses pembersihan memerlukan penanganan khusus.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kejadian ini menimbulkan keresahan warga. Mereka berharap adanya pendataan dan pemangkasan terhadap pohon-pohon lain yang dinilai berpotensi membahayakan, terutama di kawasan yang berdekatan dengan sekolah dan permukiman.
Editor : Asep Awaludin