SUKABUMIUPDATE.com - Kebakaran hebat melanda sebuah gudang rongsok milik H. Agus di Jalan KH. Ahmad Sanusi, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, pada Minggu (25/1/2026) pagi. Api yang diduga berasal dari arus pendek listrik tersebut menghanguskan area seluas kurang lebih 500 meter persegi.
Kabid Damkar Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Sukabumi, Ujang Rustandi, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan warga sekitar pukul 07.55 WIB. Petugas langsung meluncur ke lokasi yang berjarak sekitar 2 kilometer dari pos pemadam.
"Kami menerima laporan pada pukul 07.55 WIB dan tiba di lokasi sepuluh menit kemudian. Sebanyak lima unit kendaraan pemadam kebakaran (KR) diterjunkan untuk memadamkan api agar tidak merambat ke bangunan di sekitarnya," ujar Ujang Rustandi.
Unit yang dikerahkan meliputi armada dengan nomor polisi F 8000 S, F 8020 S, F 9914 S, F 9906 S, dan F 9905 S. Mengingat material di dalam gudang merupakan barang rongsokan yang mudah terbakar, petugas membutuhkan waktu hampir tiga jam untuk memastikan api benar-benar padam.
Baca Juga: Diterjang Angin Kencang, 38 Kejadian Bencana Landa Kabupaten Sukabumi dalam Sehari
"Penanganan berlangsung selama kurang lebih 2 jam 50 menit. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 11.00 WIB oleh Regu Alpha dengan bantuan Regu Bravo dan Charlie," tambahnya.
Berdasarkan hasil asesmen sementara di lapangan, kebakaran ini dipicu oleh adanya korsleting atau hubungan arus pendek listrik di dalam gudang. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini karena gudang dalam kondisi tidak berpenghuni.
Dalam proses pemadaman, petugas Damkar Kota Sukabumi turut dibantu oleh personel Damkar Kabupaten Sukabumi, TNI, Polri, serta tim medis dari PMI. Hingga berita ini diturunkan, jumlah total kerugian materiil masih dalam proses penghitungan oleh pihak terkait.
Ujang Rustandi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran yang dipicu oleh instalasi listrik, terutama pada bangunan gudang atau tempat penyimpanan barang yang rentan terbakar.
Editor : Denis Febrian