SUKABUMIUPDATE.com - Setelah sempat vakum selama kurang lebih 15 tahun, Klinik Waluya Sejati Abadi di Jalan Tipar Gede, Kota Sukabumi, resmi kembali dibuka untuk melayani masyarakat, Minggu (25/1/2026). Momentum ini bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan.
Peresmian kembali klinik kesehatan ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Kehadirannya disambut ratusan kader dari DPC PDIP Kota dan Kabupaten Sukabumi yang telah memadati lokasi sejak pagi hari.
Hasto Kristiyanto menegaskan, pengoperasian kembali Klinik Waluya Sejati Abadi merupakan cerminan ideologi partai yang selalu berpihak kepada wong cilik serta upaya menggelorakan nilai-nilai kemanusiaan.
“Hadirnya klinik ini selain mencerminkan kepribadian PDI Perjuangan terhadap wong cilik, juga menggelorakan api kemanusiaan. Klinik ini menjadi gerakan agar kader dan struktur partai melakukan hal yang sama di daerah-daerah,” ujar Hasto kepada sukabumiupdate.com di lokasi.
Menurut Hasto, langkah ini sejalan dengan visi partai untuk mewujudkan Indonesia yang sehat secara jasmani dan rohani. Program kesehatan ini juga terintegrasi dengan gerakan Senam Indonesia Cinta Tanah Air (SICITA) serta pendampingan pangan bergizi secara berdikari untuk mencegah stunting.
Baca Juga: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Dijadwalkan Berkunjung ke Sukabumi, Ini Agendanya!
Ia menyebut, kecukupan gizi merupakan fondasi penting untuk mencetak generasi bangsa yang sehat dan cerdas. Hasto kemudian mengingatkan warisan Bung Karno melalui buku Mustika Rasa yang memuat resep makanan dengan kandungan gizi yang diperlukan bagi tumbuh kembang dan kecerdasan anak-anak Indonesia.
“Kita akan menjadi bangsa yang tangguh dan mampu menjadi pelopor dalam penguasaan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi jika diawali dengan kecukupan makanan bergizi, sehingga tidak ada stunting,” tuturnya.
Lebih lanjut, Hasto menyampaikan bahwa keberadaan klinik ini mencerminkan upaya menyeluruh PDI Perjuangan dalam meningkatkan harkat dan martabat rakyat. Ia mencontohkan dukungan gotong royong dari berbagai pihak, mulai dari bantuan ambulans oleh anggota DPR RI Anang, dukungan operasional selama satu tahun dari DPD, hingga keterlibatan DPP dan Pemerintah Kota Sukabumi dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat.
Selain itu, Hasto berharap kehadiran Klinik Waluya Sejati Abadi dapat mendorong lahirnya gerakan serupa di daerah lain. Ia mencontohkan kapal rumah sakit Laksamana Malahayati milik PDI Perjuangan yang memicu keterlibatan banyak pihak melalui Yayasan Mega Gotong Royong dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Di Kabupaten Cirebon juga sudah ada klinik, dan insya Allah mulai Februari mendatang akan dilakukan renovasi gedung sekretariat DPD PDI Perjuangan di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, untuk dijadikan klinik pratama. Di sekolah partai PDI Perjuangan juga terdapat klinik yang melayani rakyat untuk berobat secara gratis,” pungkasnya.
Editor : Denis Febrian