SUKABUMIUPDATE.com - Seekor penyu hijau ditemukan mati terdampar di Pantai Konservasi Penyu Pangumbahan, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 08.50 WIB. Bangkai penyu tersebut ditemukan petugas di sekitar Pos 1 kawasan konservasi, terseret ombak hingga ke bibir pantai.
Berdasarkan data hasil identifikasi pengelola konservasi, penyu yang ditemukan berjenis Penyu Hijau (Chelonia mydas) dengan ukuran Panjang Lengkung Karapas (PLK) atau Curved Carapace Length (CCL) sekitar 40 sentimeter dan Lebar Lengkung Karapas (LLK) atau Curved Carapace Width (CCW) sekitar 35 centimeter. Ukuran tersebut menunjukkan penyu masih tergolong penyu muda.
Kondisi fisik penyu saat ditemukan sudah sangat memprihatinkan. Kedua mata dalam kondisi bolong atau hancur, daging di bagian bawah karapas mulai rusak dan membusuk. Selain itu, terlihat bekas luka cukup parah di bagian leher yang hampir terputus.
Kepala Konservasi Penyu Pangumbahan, Mahardika Zarhan, membenarkan temuan tersebut. “Betul, Pak. Tadi pagi petugas menemukan penyu yang sudah terdampar dan mati di pinggir pantai,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Minggu (25/1/2026).
Menurut Mahardika, dari hasil pengamatan di lapangan, kematian penyu tersebut diduga kuat disebabkan oleh aktivitas alat tangkap nelayan. “Dari kondisi luka di leher, kemungkinan besar penyu ini terkena atau tersangkut jaring,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan kondisi rigor mortis dan tingkat pembusukan, penyu tersebut diperkirakan telah mati dan terombang-ambing di laut selama lima hingga tujuh hari sebelum akhirnya terseret ombak ke kawasan Pantai Konservasi Penyu Pangumbahan.
Baca Juga: Juara Indonesia Masters 2026: Profil Alwi Farhan, Regenerasi Pebulutangkis Putra
Setelah dilakukan proses identifikasi dan pendataan, bangkai penyu hijau tersebut kemudian langsung dikuburkan sesuai dengan prosedur penanganan satwa laut yang mati.
Pihak pengelola konservasi kembali menghimbau agar seluruh pihak, khususnya nelayan, lebih berhati-hati dan memperhatikan penggunaan alat tangkap ramah lingkungan guna melindungi penyu yang merupakan satwa dilindungi.
Editor : Fitriansyah