SUKABUMIUPDATE.com - Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Sukabumi berhasil memadamkan kobaran api yang menghanguskan seluruh bangunan Parantina Resto & Cafe beserta isinya di Jalan Lingkar Selatan, tepatnya di Kelurahan Sudajayahilir, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi pada Selasa (27/1/2026).
Proses pemadaman dilakukan 5 menit setelah petugas mendapatkan laporan dari warga setempat menggunakan lima unit mobil pemadam kebakaran dan membutuhkan warga sekurangnya hingga 1 jam 45 menit hingga api dinyatakan padam seluruhnya.
Kabid Damkar, Kota Sukabumi, Ujang Rustandi mengaku masih melakukan upaya pendalaman terkait kronologis pasti serta dugaan sementara penyebab terjadinya kebakaran hebat itu.
“Saya sendiri masih bingung nih apakah dari korsleting listrik atau apa. Kita belum bisa menduga-duga karena begitu kejadian juga cepat ya api sudah besar,” ujar Ujang.
Baca Juga: Parantina Resto & Cafe di Jalur Lingsel Sukabumi Ludes Terbakar, Warga Dengar Suara Ledakan
Mengingat besarnya kobaran api, Ujang menuturkan bahwa api menghanguskan sebagian besar bangunan yang terbuat dari bahan yang mudah terbakar serta satu unit mobil yang terparkir di bagian depan resto.
“Objek yang terbakar restoran dan satu mobil pribadi keluarga, bangunan, kendaraan, dapurnya termasuk peralatan-peralatan,” kata dia.
Proses pemadaman sendiri berlangsung cukup lama, yakni hampir dua jam, dengan pengerahan sejumlah unit mobil pemadam. “Pemadaman sekitar 1 jam 45 menit. Unit yang dikerahkan lima, bantuan dari kabupaten,” ungkap Ujang.
Sementara itu, M Razkia (22), pegawai Parantina Resto & Cafe, mengungkapkan bahwa sebelum api membesar, dirinya sempat melihat asap dari area belakang bangunan, tepatnya di sekitar dapur. “Pas ke belakang udah ada asap, ke dapur matiin kompor, saya mau ambil air teh da udah gede. Udah merembet. Jadi api dari samping belakang,” tuturnya.
Baca Juga: Mangkrak Sejak 2022, Proyek Duplikasi Jembatan Pamuruyan Sukabumi Berlanjut 2026
Ia juga membantah adanya suara ledakan besar seperti yang sempat ramai diperbincangkan. Menurutnya, yang terdengar hanya suara percikan kecil sebelum api membesar. “Nggak (suara ledakan) percikan terektek tek gitu doang. Pas keluar asap, ke dapur matiin kompor pas ke depan lagi teh api udah gede,” katanya.
Hingga kini, pihak terkait masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.
Editor : Asep Awaludin