SUKABUMIUPDATE.com - Seekor anakan ular kobra Jawa atau Naja sputatrix masuk ke rumah Durahman, warga Kampung Cijaksa, Desa Karangmekar, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi. Ular berbisa tersebut ditemukan bersembunyi di sela kasur kamar anak perempuannya pada Selasa (27/1/2026).
Mendapati kejadian tersebut, pemilik rumah segera melaporkannya kepada Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Jampangkulon. Laporan diterima pada pukul 15.47 WIB, dan petugas langsung bergerak menuju lokasi.
Petugas Damkar Jampangkulon, Sukandar, menjelaskan peristiwa itu bermula saat istri pemilik rumah yang sedang menemani anaknya tidur siang mendengar suara mencurigakan dari arah tong sampah di dalam kamar.
“Awalnya terdengar suara ‘krasak-kresek’ dari arah tong sampah. Dikira suara kucing, tapi setelah dicek ternyata seekor ular. Ular tersebut kemudian berpindah dan masuk ke sela-sela dua kasur di kamar anak perempuan pemilik rumah yang masih duduk di kelas 3 SD,” ujar Sukandar kepada sukabumiupdate.com.
Baca Juga: Polda Jabar Tangkap 5 Terduga Pemburu Macan Tutul Jawa di Gunung Sanggabuana
Mengingat jenis ular ini dikenal agresif dan mampu menyemprotkan bisa, petugas mengevakuasi anakan kobra sepanjang sekitar 25 sentimeter tersebut menggunakan alat penjepit khusus (grab stick). Setelah berhasil diamankan ke dalam botol, petugas juga melakukan penyisiran menyeluruh di area kamar untuk memastikan tidak ada ular lain yang tertinggal.
“Meski kecil, ini ular berbisa. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Javan spitting cobra, salah satu jenis kobra yang mampu menyemprotkan bisa ke arah ancaman,” jelas Sukandar.
Momen petugas Damkar Jampangkulon mengevakuasi anakan ular kobra jawa dari dalam kamar anak warga Cimanggu Sukabumi.
Proses evakuasi yang melibatkan enam personel tersebut selesai pada pukul 16.21 WIB. Selanjutnya, ular berwarna hitam gelap itu diamankan di Mako Damkar Jampangkulon.
Baca Juga: Pemadaman Hampir 2 Jam, Damkar Kota Sukabumi Selidiki Sebab Kebakaran Parantina Resto & Cafe
Terkait asal masuknya ular, pihak Damkar menduga hewan tersebut memanfaatkan celah-celah kecil yang terhubung langsung dengan area luar rumah.
"Kemungkinan ular masuk melalui sela-sela lorong kecil atau celah di bawah pintu. Apalagi di sekitar lokasi terdapat kebun belakang, irigasi, serta selokan yang merupakan habitat alami mereka," ujar Sukandar.
Damkar Jampangkulon kemudian mengimbau warga, khususnya yang memiliki rumah berdekatan dengan kebun atau saluran air, untuk lebih rutin memeriksa kondisi kamar dan menutup celah-celah kecil di bawah pintu atau lubang drainase guna mencegah masuknya hewan berbisa.
Editor : Denis Febrian