SUKABUMIUPDATE.com – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari meninjau langsung kondisi penyintas bencana pergerakan tanah di Desa Citarik dan Desa Pasirsuren, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (29/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Qodari menegaskan bahwa relokasi permanen adalah solusi mutlak bagi warga yang tinggal di zona merah rawan bencana guna menjamin keselamatan jangka panjang.
Dikutip dari laman resmi KSP, kunjungan lapangan ini bertujuan memastikan langkah penanganan pascabencana berjalan optimal melalui koordinasi lintas kementerian, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Sosial (Kemensos), serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Fokus pada Penanganan Permanen
Usai meninjau titik kerusakan di Kampung Nyalindung (Desa Pasirsuren) dan Kampung Tegallega (Desa Citarik), Qodari menyatakan bahwa kondisi geologi wilayah tersebut sudah tidak memungkinkan untuk dihuni kembali.
“Jika kita berbicara mengenai pergeseran atau pergerakan tanah, hal ini umumnya berkaitan dengan kondisi geologi. Berdasarkan perspektif BNPB, wilayah ini kemungkinan masuk dalam kategori zona merah. Oleh karena itu, pilihan penanganan yang bersifat permanen adalah relokasi,” ujar Qodari.
Baca Juga: Data Bencana Diverifikasi Ulang, BPBD Sukabumi Ajukan 5.360 Unit Rumah ke Pusat dan Pemprov
Lahan Desa Siap, Anggaran Perumahan Didorong
Menanggapi kebutuhan lahan relokasi, Qodari menyambut baik informasi mengenai ketersediaan tanah kas desa yang bisa dimanfaatkan. Ia berjanji akan segera mengomunikasikan hal ini kepada kementerian terkait agar pembangunan hunian baru bisa segera dimulai.
"Pekerjaan rumah berikutnya adalah pembangunan. Hal ini akan kami sampaikan dan komunikasikan kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, sebagai kementerian yang memiliki tugas dan kewenangan di bidang perumahan,” paparnya.
Selain fokus pada penanganan jangka pendek, Qodari mendesak adanya pemetaan kerawanan bencana yang lebih komprehensif di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi. Ia menilai potensi alam Sukabumi yang besar di sektor pertanian dan perikanan harus dibarengi dengan kesiapsiagaan menghadapi risiko geologi.
“Ke depan, tentu dibutuhkan langkah antisipasi yang lebih menyeluruh. Saya juga telah berdiskusi dengan Bapak Wakil Bupati mengenai pentingnya pemetaan kerawanan bencana di Kabupaten Sukabumi secara komprehensif. Wilayah ini memiliki potensi alam yang sangat lengkap dan besar—baik di sektor pertanian, hasil alam, maupun perikanan—yang merupakan sebuah keberkahan. Namun, potensi bencana juga harus diantisipasi dengan serius,” jelasnya.
Baca Juga: Ngaku Dibegal, Polisi Pastikan Pria Terikat dalam Mobil di Cisaat hanya Rekayasa: Dia mau Nikah
Dalam kunjungannya, KSP juga menyalurkan bantuan sosial dari Kementerian Sosial sebagai bentuk "tali asih" untuk meringankan beban warga terdampak selama masa transisi.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah
Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, yang mendampingi kunjungan tersebut, menyatakan apresiasinya atas perhatian pemerintah pusat. Ia berharap sinergi ini mempercepat pemulihan infrastruktur dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami berharap melalui kunjungan ini, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat, sehingga berbagai program pembangunan dan penanganan bencana di Kabupaten Sukabumi dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Editor : Denis Febrian