Sukabumi Update

Truk Kembali Terguling di Selatan Sukabumi: Jalan Amblas, Sesar Cimandiri Picu Pergerakan Tanah

ruk tronton terguling di Jalan Provinsi Jampangtengah–Kiaradua, tepatnya Kampung Poponcol (Sumber: dok warga)

SUKABUMIUPDATE.com - Dalam sepekan terakhir lebih dari tiga kecelakaan truk atau kendaraan berat terguling di jalanan jalur Sukabumi Selatan, yang rawan amblas akibat pergerakan sesar cimandiri. Terbaru, truk tronton terguling di Jalan Provinsi JampangtengahKiaradua, tepatnya Kampung Poponcol, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Sabtu malam (31/1/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Truk F 9155 OT yang melaju dari arah Jampangtengah menuju Cikembar oleng saat melintasi badan jalan yang tidak stabil. Pengemudi yang tidak mampu menguasai kendaraan akibat kontur jalan yang rusak dan bergelombang, akhirnya membuat kendaraan berkelir putih itu terguling.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kecelakaan ini sempat mengganggu arus lalu lintas di lokasi kejadian yang berada di KM 120+700 ruas Jalan Provinsi JampangtengahKiaradua. Petugas memberlakukan sistem buka tutup jalan sambil menunggu proses evakuasi dan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Menyusuri Secret Village Wisma Wisnu Wardhani, Museum Mini Soekaboemi Tempo Doeloe

Kepala Satuan Pelayanan Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah 4 Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat, Entis Sutisna atau yang akrab disapa Conan, membenarkan bahwa ruas jalan Poponcol kerap mengalami kerusakan meskipun telah berulang kali diperbaiki.

“Di situ kenapa jalannya tidak pernah bagus, karena memang berada di lintasan Sesar aktif Cimandiri. Rata-rata pergerakan tanahnya setiap tahun sekitar 7 milimeter,” ujar Conan kepada Sukabumiupdate.com, Minggu (1/2/2026).

Menurutnya, ruas jalan tersebut berada tepat di jalur patahan aktif yang membentang dari wilayah Bandung Barat, Cianjur, hingga Sukabumi. Kondisi diperparah karena lokasi jalan berdekatan dengan Sungai Cimandiri serta adanya aktivitas pertambangan di sekitar kawasan.

Baca Juga: Klakson Bermasalah, 2 Perjalanan KA Pangrango Sukabumi-Bogor Dibatalkan

Lintasan jalan itu meskipun dibeton, tanahnya terus bergerak. Solusi idealnya bukan hanya perkerasan, tapi harus dibangun jembatan agar tidak langsung berada di jalur sesar,” jelasnya.

Conan menambahkan, sejumlah rumah warga di sekitar Kampung Poponcol sebelumnya telah direlokasi karena berada di zona rawan pergerakan tanah. Hal tersebut menjadi indikator kuat bahwa kawasan ini memiliki risiko geologi tinggi.

Sebagai informasi, Sesar Cimandiri merupakan salah satu sesar aktif utama di Jawa Barat dengan panjang sekitar 100 kilometer, membentang dari muara Sungai Cimandiri di Pelabuhan Ratu hingga Padalarang. Sesar ini dikenal sebagai penyebab sering terjadinya gempa bumi dangkal, seperti Gempa Sukabumi 2001 dan Gempa Cianjur 2022 bermagnitudo 5,6.

Baca Juga: Dramatis! 6 Jam Damkar Sukabumi Evakuasi Sapi Limosin 1,4 Ton Terjebak Lumpur

Karena sifatnya yang aktif dan dangkal, wilayah yang dilintasi Sesar Cimandiri tergolong zona rawan gempa. Oleh sebab itu, pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut memerlukan perencanaan khusus berbasis mitigasi bencana guna meminimalisir risiko kecelakaan dan kerusakan di masa mendatang.

 

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT