Sukabumi Update

Lahan Pertanian Terdampak Banjir dan Longsor di Nyalindung, Distan Sukabumi Ajukan Rehabilitasi

Distan Sukabumi saat meninjau lokasi lahan pertanian terdampak banjir dan longsor di Nyalindung Sukabumi. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menanggapi keluhan petani yang terdampak bencana banjir dan longsor di Kecamatan Nyalindung pada 28 Desember 2025. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada lahan pertanian, khususnya sawah yang berada di sekitar daerah aliran sungai.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, mengatakan dampak terparah terjadi pada lahan sawah yang tertimbun material longsoran berupa pasir, lumpur, batu, serta limbah kayu, sehingga menghambat aktivitas pertanian warga.

“Pada tanggal 20 Januari 2026, kami sudah melakukan kunjungan langsung ke lokasi lahan sawah terdampak bencana di Desa Bojongsari dan Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung,” ujar Aep Majmudin kepada Sukabumiupdate.com, Minggu (1/2/2026).

Baca Juga: Jadwal Reses DPRD Kabupaten Sukabumi Februari 2026: Saatnya Mendengarkan Apa Kata Rakyat!

Ia menjelaskan, sebagian lahan pertanian yang terdampak tidak dapat direhabilitasi karena berada di bantaran sungai. Namun, untuk lahan yang masih memungkinkan dilakukan pemulihan, pihaknya telah mengusulkan bantuan rehabilitasi ke Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP).

“Untuk saluran irigasi DI Cimandiri yang berlokasi di Desa Wangunreja, kewenangannya berada di Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi Jawa Barat. Saat ini sudah dilakukan penanganan berupa pembersihan material longsoran,” jelasnya.

Baca Juga: Masih Ada Satu Lagi? Ular Besar Muncul Saat Buka Lahan Alun-alun Sagaranten Sukabumi

Selain itu, Aep menambahkan bahwa sebagian besar kelompok tani yang terdampak bencana telah menerima bantuan benih dari Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi sebagai langkah awal pemulihan sektor pertanian.

Berdasarkan data sementara, total lahan sawah terdampak di Kecamatan Nyalindung mencapai 186 hektare. Dari jumlah tersebut, seluas 85 hektare mengalami kerusakan berat akibat timbunan material banjir dan longsor, sementara lahan yang masih memungkinkan untuk direhabilitasi tercatat seluas 106,2 hektare.

“Mudah-mudahan lokasi yang terdampak tersebut segera bisa ditangani secara menyeluruh, sehingga aktivitas pertanian masyarakat dapat kembali berjalan,” pungkasnya.(adv)

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT