SUKABUMIUPDATE.com - Update kondisi elang jawa temuan warga Kampung Nyangegeng RT 01/06, Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi ternyata memiliki cedera dan belum bisa kembali terbang usai menabrak jendela kaca rumah warga pada Sabtu (31/1/2025) sekira pukul 10:00 Wib.
Deri, warga setempat menuturkan bahwa penemuan satwa endemik tersebut bermula dari teriakan tetangganya yang terkejut dengan suara benturan, setelah dilihat, seekor burung elang nampak terkapar bersama serpihan kaca jendela yang pecah.
“Kejadian itu diketahui saat tetangga saya berteriak setelah mendengar benturan keras di depan rumahnya. Saya bersama warga lain langsung menghampiri dan melihat satwa langka yang dilindungi itu terluka dan terkapar bersama pecahan kaca,” ujar Deri.
Baca Juga: Geger! Pria Penjaga Sekolah di Warungkiara Ditemukan Tewas Tergantung
Menurutnya, akibat benturan yang dialaminya, Elang Jawa itu belum bisa kembali terbang dan langsung dievakuasi. Keesokan harinya, pada Minggu (1/2/2026), Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak bersama Relawan Jaga Satwa kemudian melakukan evakuasi guna menjaga keselamatan satwa endemik yang terancam punah tersebut.
“Dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kelestarian satwa endemik yang hampir punah, kami menanggapi laporan masyarakat dengan melakukan evakuasi bersama Relawan Jaga Satwa, sambil berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ungkap Winda Tri Sutrisno, P2BK Kecamatan Nagrak.
Baca Juga: Nyasar ke Pemukiman, Seekor Elang Jawa Diamankan Usai Tabrak Kaca Jendela Warga Nagrak
Winda menuturkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Sukabumi, Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC) Sukabumi, Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) Bandung, serta Resor Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).
“Untuk sementara, Elang Jawa ini akan menjalani perawatan luka dan karantina oleh Relawan Jaga Satwa. Selanjutnya, satwa tersebut akan diserahkan ke Pusat Konservasi Elang Kamojang Bandung untuk perawatan lebih lanjut. Kami berharap langkah ini dapat membantu menyelamatkan dan melestarikan satwa yang statusnya sudah terancam punah,” ucapnya.
Editor : Asep Awaludin