Sukabumi Update

Tanggapi Mogok Kerja Buruh Tolak PHK, Disnakertrans Sukabumi Harap Ada Solusi Terbaik

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi (Sumber: sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi menanggapi aksi mogok kerja yang dilakukan ratusan karyawan PT Younghyun Star Indonesia di Kecamatan Cibadak. Mogok kerja ratusan buruh pabrik garmen itu dilakukan sebagai bentuk penolakan rencana PHK jelang ramadan oleh pihak perusahaan.

Pemerintah daerah menekankan pentingnya menjaga kondusifitas hubungan industrial serta mendorong penyelesaian persoalan melalui komunikasi dan dialog yang konstruktif.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap persoalan ketenagakerjaan yang terjadi dapat diselesaikan dengan baik oleh kedua belah pihak, baik perusahaan maupun pekerja. Ia menilai, situasi seperti ini perlu disikapi dengan kepala dingin dan mengedepankan kebersamaan agar tidak berdampak luas terhadap iklim dunia kerja.

Baca Juga: Hadapi Perubahan Iklim, Distan Sukabumi Perkuat Sumber Air Pertanian

“Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Disnakertrans berharap ada solusi terbaik yang dilakukan oleh kedua belah pihak, jaga kondusifitas dan kebersamaan, dikomunikasikan melalui serikat pekerjanya juga silahkan, di internal ini perlu dibicarakan,” ujar Sigit saat dikonfirmasi sukabumiupdate.com, Selasa (3/2/2026).

Menurutnya, peran Disnakertrans dalam dinamika hubungan industrial lebih diarahkan pada fungsi pembinaan dan fasilitasi. Pemerintah daerah, kata Sigit, tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi kebijakan internal perusahaan, namun tetap bertanggung jawab menjaga stabilitas dan kondusifitas antara pekerja dan pihak manajemen.

“Kami nggak boleh intervensi, tugas kita melakukan pembinaan untuk menjaga kondusifitas pekerja dan perusahaan,” katanya.

Baca Juga: Polisi Sita 4 Pohon Ganja dalam Pot di Sebuah Rumah di Gunungguruh Sukabumi

Disnakertrans juga berharap seluruh proses komunikasi dapat berjalan secara terbuka dan proporsional, sehingga masing-masing pihak dapat memahami posisi dan kepentingan satu sama lain. Dengan demikian, solusi yang dihasilkan diharapkan tidak hanya menguntungkan satu pihak, tetapi juga menjaga keberlangsungan usaha serta perlindungan hak-hak pekerja.

“kami berharap ada solusi terbaik untuk perusahaan dan pekerja,” pungkas Sigit.

Sebelumnya, aksi mogok kerja dilakukan sebagai bentuk aspirasi pekerja terkait rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaan tersebut. Disnakertrans Kabupaten Sukabumi terus memantau perkembangan situasi dan menghimbau agar seluruh pihak tetap mengedepankan dialog serta menjaga ketertiban di lingkungan kerja.

Baca Juga: Tak Enak Dipandang, Pantai Ujunggenteng Dipenuhi Sampah Usai Dihantam Banjir Rob

"Jika sumber air terkelola dengan baik, maka produktivitas meningkat, pendapatan petani naik, dan ketahanan pangan daerah akan semakin kuat," tandasnya. (adv)

 

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT