SUKABUMIUPDATE.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi melakukan assessment pergerakan tanah yang berdampak pada retaknya dinding dan lantai rumah milik Iwan Setiawan, warga Jalan Selabintana Gang Musa Nomor 08, Kelurahan/Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, mengatakan rumah yang dihuni satu kepala keluarga dengan lima jiwa tersebut mengalami kerusakan akibat kondisi tanah yang labil serta rembesan air dari saluran drainase.
“Assessment pergerakan tanah yang berdampak pada retaknya dinding dan lantai rumah milik Iwan Setiawan, 1 KK 5 jiwa yang berlokasi di Jalan Selabintana Gang Musa no 08 Kelurahan/Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Penyebabnya karena adanya rembesan air dari saluran drainase, kondisi tanah labil dan posisi rumah tepat berada di pinggir tebing,” ujar Yoseph.
Baca Juga: Rudapaksa Pelajar di Tegalbuleud, DP3A Sukabumi Tolak Penyelesaian di Luar Jalur Hukum
Ia menjelaskan, posisi rumah yang berada di tepi tebing menimbulkan kekhawatiran terjadinya pergerakan tanah lanjutan, terutama saat hujan turun. Oleh karena itu, BPBD mengimbau pemilik rumah untuk membatasi aktivitas di area terdampak.
“Dikhawatirkan ketika hujan turun ada pergerakan dan kami pun menghimbau ke pemilik rumah untuk mengurangi aktivitas dan mengurangi beban di area terdampak tersebut,” katanya.
Sebuah retakan yang terjadi di rumah warga Cikole, Kota Sukabumi akibat pergerakan tanah.
Adapun area yang mengalami kerusakan meliputi dinding kamar, dinding kamar mandi, lantai dapur, serta teras belakang rumah dengan luas terdampak kurang lebih 6 x 5 meter persegi.
“Area terdampak meliputi dinding kamar, dinding kamar mandi, lantai dapur, dan teras belakang dengan luas terdampak kurang lebih 6x5 meter persegi,” ungkap Yoseph.
Baca Juga: Laporkan Kasus Pelecehan yang Dialaminya, Perempuan Cikidang Depresi Usai Dilaporkan Balik Pelaku
Menurut keterangan pemilik rumah, lanjut Yoseph, peristiwa retakan pertama kali terjadi sekitar lima bulan lalu dan sempat dilakukan upaya penanganan sementara. Namun, dalam beberapa hari terakhir retakan kembali muncul dan kondisinya semakin membahayakan.
“Menurut pemilik rumah waktu kejadian pertama sekitar 5 bulan yang lalu dan telah dilakukan antisipasi dengan menambal area terdampak dan beberapa hari kebelakang dinding dan lantai tersebut mengalami retakan kembali dan berpotensi ambruk,” tandasnya.
Berdasarkan assessment data yang dilakukan, BPBD Kota Sukabumi mencatat hanya satu rumah yang terdampak pergerakan tanah di wilayah tersebut.
Editor : Asep Awaludin