Sukabumi Update

Warga Prihatin, Lansia Sebatang Kara di Kalapanunggal Hidup di Rumah Tidak Layak Huni

Kondisi rumah dan Nenek Ecih yang hidup sebatang kara di Desa Palasari Girang, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi,. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Seorang nenek lanjut usia (lansia) bernama Ecih (73), warga Kampung Pojok RT 04/01, Desa Palasari Girang, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, diketahui telah lama hidup seorang diri di rumah dengan kondisi tidak layak huni.

Warga setempat, RRI (21), menuturkan bahwa Ecih telah tinggal sendiri sejak lama, bahkan sebelum suaminya meninggal dunia pada 2004.

“Udah lama sih, sebelum suaminya meninggal. Suaminya meninggal tahun 2004, sejak itu beliau sendiri,” ujar RRI kepada sukabumiupdate.com, Kamis (5/2/2026).

Selain hidup seorang diri, Ecih juga diketahui sudah lama tidak menerima bantuan sosial, baik Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan kesejahteraan lainnya.

“Dari desanya udah nggak dapat bantuan PKH, kesra juga enggak. Bahkan pas masih sama suaminya juga udah nggak pernah dapat,” katanya.

Baca Juga: Lutung Masuk Pemukiman Warga Cicantayan, Evakuasi Darurat Dilakukan dengan Alat Seadanya

Berdasarkan pengamatan warga, kondisi rumah yang ditempati Ecih dinilai membahayakan, terutama saat musim hujan. Sejumlah bagian rumah mengalami kerusakan, khususnya di bagian dapur dan kamar yang kerap bocor saat hujan turun.

“Kalau hujan yang parah itu dapur sama kamar. Kamarnya sampai pakai kresek biar enggak bocor. Udah sering dibenerin, tapi rusak lagi, rusak lagi,” ungkapnya.

Perbaikan sementara biasanya dilakukan dengan bantuan warga sekitar.

“Kalau bocor dibenerin, biasanya nyuruh tetangga,” lanjut RRI.

Kondisi tersebut membuat warga semakin khawatir, terutama ketika hujan disertai angin kencang.

“Sekarang kan musim hujan terus, angin juga. Atapnya udah pada rusak, takutnya roboh,” ujarnya.

Baca Juga: Bayinya Meninggal, Jalan Rusak di Sukabumi Memaksa Ibu Pascamelahirkan Ditandu Menuju Faskes

RRI juga menyebutkan bahwa Ecih tidak memiliki penghasilan tetap. Ia sempat berjualan sembako, namun usahanya mengalami kebangkrutan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ecih mengandalkan bantuan dari anaknya, meski tidak diterima secara rutin. Ecih diketahui memiliki tiga orang anak yang sudah berkeluarga.

“Sekarang mah udah nggak punya penghasilan. Makan sehari-hari dari anaknya, itu juga nggak tentu ngasihnya,” katanya.

Terkait kondisi tersebut, warga mengaku telah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan kepada pihak desa. Namun hingga kini, belum ada bantuan perbaikan rumah yang diterima.

“Udah beberapa kali ngajuin ke desa, cuma di foto-foto aja. Katanya nanti ada bantuan, tapi nggak pernah dapat. Tahun 2024 cuma pernah dapat bantuan beras, setelah itu nggak ada lagi,” jelasnya.

Warga berharap adanya perhatian dari pihak terkait agar rumah Ecih dapat segera diperbaiki dan lebih aman untuk ditempati.

“Yang paling dibutuhkan sekarang ya rumahnya dibenerin. Harapannya semoga rumah itu dapat bantuan dan bisa diperbaiki,” pungkasnya.

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT