Sukabumi Update

Bisakah Dipakai Fungsional Arus Mudik Lebaran 2026? Melihat Progres Tol Bocimi Seksi 3 Jelang Ramadan

Pengerjaan kontruksi jembatan cibogo tol bocimi seksi 3 di Desa Talaga Caringin Sukabumi (Sumber: kanal youtube edwar widodo)

SUKABUMIUPDATE.com - Dalam berbagai kesempatan, pemerintah berharap tol bocimi seksi 3 Cibadak - Sukabumi Barat (Cibolang Cisaat) bisa digunakan untuk jalur fungsional arus mudik lebaran idul fitri 2026. Secara resmi pelaksana proyek menargetkan penyelesaian tol dengan panjang 14 kilometer ini pada Juni 2026.

Pada pekan kedua Desember 2025, Direktur Utama PT Trans Jabar Tol (TJT), Abdul Hakim, menyampaikan bahwa progres konstruksi Tol Bocimi seksi 3, mencapai 65–66 persen. TJT saat itu menargetkan pengerjaan rampung 2026 sesuai kontrak dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

“Seksi 3 sekarang sedang kita kejar, progres terakhir sekitar 65–66 persen. Kontrak dengan BPJT itu Juni 2026. Mudah-mudahan tidak ada dinamika lagi di lapangan sehingga tidak bergeser,” kata Abdul Hakim kepada awak media di Kantor TJT, GT Tol Caringin Utama, Bogor, Kamis 11 Desember 2025.

Baca Juga: Warga Prihatin, Lansia Sebatang Kara di Kalapanunggal Hidup di Rumah Tidak Layak Huni

Lewat rilis kepada media pada November 2025, Direktur Utama PT Trans Jabar Tol (TJT) Abdul Hakim Supriyadi berharap tol Bocimi Seksi 3 dengan exit tol di Cibolang Cisaat bisa melayani perjalanan arus mudik dan balik lebaran Idul Fitri 2025. Dimana rencana pengoperasian penuh jalan tol ini ditargetkan pada triwulan ketiga tahun 2026 (antara Juli - September).

“Kami optimistis tahun depan Tol Bocimi Seksi III sudah bisa melayani perjalanan pemudik saat arus mudik dan balik Lebaran,” ujarnya dalam siaran pers November 2025.

Update Pantauan Terbaru

Mengejar lebih dari 30 persen pengerjaan konstruksi tol bocimi seksi 3 dalam 4 hingga 6 bulan ke depan (sesuai target), bukanlah perkara mudah. Pantauan di lapangan, masih ada beberapa jembatan utama yang belum selesai dibangun.

Baca Juga: Lutung Masuk Pemukiman Warga Cicantayan, Evakuasi Darurat Dilakukan dengan Alat Seadanya

Tol Bocimi seksi 3 sendiri memiliki 15 jembatan yang melintasi banyak sungai di desa-desa dan kecamatan sepanjang Ciambar, Nagrak, Cibadak, Caringin hingga Cicantayan dan Cisaat. Dari 15 jembatan tersebut 3 jembatan di area sukabumi barat hingga hari ini, belum terbangun, termasuk simpang susun menuju exit tol di Cibolang Cisaat.

Sejara keseluruh, ruas yang sudah terbangun baik main rood dengan beton dan jembatan hanya dari ujung tol bocimi seksi 2 di Sundawenang Parungkuda hingga sebelum Bukit Jelegong di Kecamatan Nagrak.

Kendala di Lapangan

Sejauh ini para teknisi di lapangan masih berupaya menyelesaikan target hingga April 2026 untuk konstruksi Tol Bocimi Seksi 3. “Mudah-mudahan, Insyaallah,” ujar salah seorang teknisi TJT kepada sukabumiupdate.com, di Cibolang, Senin (2/2/2026).

Baca Juga: Bayinya Meninggal, Jalan Rusak di Sukabumi Memaksa Ibu Pascamelahirkan Ditandu Menuju Faskes

Meski demikian, ia mengaku belum dapat merinci perkembangan terbaru pekerjaan di lapangan. Berdasarkan data terakhir, progres pembangunan Tol Bocimi Seksi 3 sebelumnya telah mencapai sekitar 67 persen. “Ya, sekitar itu, tapi saya belum update lagi,” katanya.

Meski optimis dalam pelaksanaannya proyek Tol Bocimi Seksi 3 dihadapkan pada sejumlah kendala. Menurutnya, faktor pertama adalah kondisi cuaca, cukup berpengaruh mengingat masih banyak pekerjaan konstruksi yang harus diselesaikan. “Cuaca pun sebenarnya jadi kendala karena kita masih banyak pekerjaan tanah,” jelasnya.

Ia menegaskan, meski tidak disebut sebagai hambatan utama, namun faktor hujan dinilai cukup menyulitkan proses pengerjaan.

Baca Juga: 164 Ribu Kartu KIS Warga Kabupaten Sukabumi Nonaktif, Dinkes Beri Tanggapan

Kendala berikutnya, kata dia, kondisi lalu lintas yang padat. Kemacetan kerap menyulitkan, operasional kendaraan proyek terutama dalam memperkirakan waktu pekerjaan. “Soal pengecoran kadang sulit memperkirakan waktunya, apalagi saat akhir pekan susah diprediksi,” jelasnya.

Kendala lainnya sambung dia, persoalan pembebasan lahan juga masih menjadi tantangan. Terdapat penambahan kebutuhan lahan sekitar 16 hektar yang hingga kini belum seluruhnya dibebaskan. Lahan tersebut tersebar di sepanjang jalur utama (main road) Tol Bocimi Seksi 3.

“Itu akan mempengaruhi metode kerja kami, karena otomatis kami tidak bisa mengerjakan di lahan yang belum dibebaskan,” tambahnya.

Baca Juga: Warganet Murka! Viral Video Guru Diduga Child Grooming Siswi SD di Sukabumi

Ia menyebut, ketiga kendala tersebut dipastikan mempengaruhi terhadap progres pengerjaan tol bocimi seksi 3. "Otomatis berpengaruh, tapi harapannya tetap selesai April 2026," ungkapnya.

 

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT