Sukabumi Update

Aksi Penyerangan Pelajar di Pasirdoton Cidahu Terekam CCTV, Kades Ungkap Kronologi

Aksi penyerangan terhadap pelajar oleh pengendara motor di depan Kantor Desa Pasirdoton Cidahu Sukabumi yang terekam CCTV. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Aksi kekerasan jalanan terhadap pelajar terjadi di Kampung Pasirdoton RT 04/02, Desa Pasirdoton, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (5/2/2026) siang. Insiden yang melibatkan sejumlah pemuda bermotor ini terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

Dalam rekaman video berdurasi 36 detik, terlihat suasana jalanan saat jam pulang sekolah sekitar pukul 13.45 WIB. Sebuah sepeda motor sport berwarna merah tampak mengejar sepeda motor matic berwarna krem. Tepat di depan Kantor Desa Pasirdoton, pelaku yang dibonceng terlihat menyerang pengendara motor matic tersebut.

Kepala Desa Pasirdoton, Baesuni, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil pengecekan rekaman CCTV, ia menegaskan bahwa insiden itu bukanlah tawuran antar kelompok, melainkan aksi penyerangan oleh pengendara motor terhadap korban yang merupakan pelajar.

“Betul, tadi ada kejadian sekitar jam 14.00 WIB. Waktu itu memang SMP Negeri 1 Cidahu bubar. Kalau tidak salah motornya warna merah dan satu lagi warna putih. Katanya diserang pakai sabuk atau semacamnya. CCTV juga sudah diperiksa,” ujar Baesuni kepada sukabumiupdate.com.

Baca Juga: Disdik Dalami Dugaan Child Grooming Oknum Guru SD di Sukalarang Sukabumi

Baesuni menambahkan, saat dirinya mengecek ke lokasi, baik korban maupun pelaku sudah tidak ada di tempat. Berdasarkan informasi warga, korban telah dievakuasi untuk mendapatkan pengobatan.

“Saya dapat informasi dibawa ke tukang urut Pak Haji di Cipanas,” katanya.

Seorang warga setempat, Rifal, yang berada di lokasi saat kejadian menceritakan detik-detik mencekam tersebut. Ia sempat mendengar teriakan minta tolong dari arah jalan.

“Awalnya saya lagi di warung, lagi duduk main HP. Terus di bawah ada keributan, anak sekolah katanya. Ada yang teriak minta tolong,” ujar Rifal.

Saat melihat ke arah sumber keributan, Rifal mengaku melihat korban berlari meminta pertolongan ke arah warung. Ia menyebut korban diduga diserang menggunakan gasper.

“Yang satu lagi itu kakinya kena, sampai berdarah di bagian lutut,” katanya.

Baca Juga: Viral Dugaan Dana PIP Siswa Dipotong Rp200 Ribu di MTs Cikakak, Ini Kata Kepsek

Menurut Rifal, korban berboncengan menggunakan satu sepeda motor, sementara terduga pelaku berjumlah sekitar lima orang yang menggunakan dua sepeda motor.

“Yang pelaku itu lima orang. Dua orang di motor CB warna merah, tiga orang lagi di motor Fino. Kalau korban cuma berdua,” ucapnya.

Ia menyebutkan, korban mengalami luka cukup serius di bagian kaki. Usai kejadian, situasi di sekitar lokasi sempat ramai oleh warga, namun para pelaku penyerangan langsung melarikan diri ke arah atas. Kasus ini kini menjadi perhatian warga setempat yang merasa resah dengan aksi kekerasan di siang bolong tersebut.

“Tadinya mau dihentikan, tapi sudah ngebut. Larinya ke arah atas,” pungkasnya.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT