SUKABUMIUPDATE.com – Peristiwa yang sempat menghebohkan warga di depan Kantor Desa Pasirdoton, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (5/2/2026) siang, akhirnya mendapat penjelasan dari pihak kepolisian.
Kapolsek Cidahu, AKP Endang Slamet, memberikan klarifikasi terkait aduan warga yang beredar melalui pesan WhatsApp mengenai dugaan pembacokan atau perkelahian antar siswa SMP di lokasi tersebut.
Berdasarkan laporan sementara yang diterima kepolisian, peristiwa terjadi sekitar pukul 13.35 WIB, bertepatan dengan waktu kepulangan siswa SMP Negeri 1 Cidahu. Saat itu, anggota Polsek Cidahu yang tengah siaga patroli melintas di Jalan Raya Desa Pasirdoton, tepat di depan Kantor Desa Pasirdoton.
Menurut AKP Endang Slamet, insiden melibatkan dua sepeda motor, yakni Honda CBR berwarna merah yang berboncengan dan Honda Scoopy berwarna krem yang juga berboncengan. Kedua kendaraan tersebut melaju ke arah Pasirdoton menuju wilayah SMP Negeri 1 Cidahu.
“Terjadi perselisihan atau dugaan senggolan antar kendaraan, sehingga sepeda motor Honda Scoopy terjatuh,” ujarnya.
Baca Juga: Bandung Diguncang Gempa Dangkal, Titiknya Dekat Gunung Manglayang
Ia menegaskan, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban luka. Pengendara sepeda motor Honda Scoopy dipastikan tidak mengalami luka-luka.
Kejadian itu sempat menarik perhatian siswa-siswi yang sedang pulang sekolah. Bahkan, sejumlah siswa diketahui ikut membantu mengejar pengendara Honda CBR merah yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Namun, upaya pengejaran tersebut tidak membuahkan hasil.
“Pengendara Honda CBR merah berhasil melarikan diri,” katanya.
Lebih lanjut, pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya mendatangi lokasi kejadian, melakukan konfirmasi kepada para saksi di tempat kejadian perkara, mengumpulkan informasi, serta melakukan pengejaran terhadap pengendara yang diduga terlibat.
Meski demikian, hingga saat ini pihak-pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut belum seluruhnya terdata.
“Tidak ada korban, pelaku dikejar lolos dan siswa yang dikejar tidak keburu terdata, baik korban dan pelaku masih dilidik dulu,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut.
Baca Juga: Penyesalan Cikgu Ucan, Klarifikasi Dugaan Child Grooming Siswi SD di Sukabumi
Diberitakan sebelumnya, aksi kekerasan jalanan terhadap pelajar terjadi di Kampung Pasirdoton RT 04/02, Desa Pasirdoton, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (5/2/2026) siang. Insiden yang melibatkan sejumlah pemuda bermotor ini terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.
Dalam rekaman video berdurasi 36 detik, terlihat suasana jalanan saat jam pulang sekolah sekitar pukul 13.45 WIB. Sebuah sepeda motor sport berwarna merah tampak mengejar sepeda motor matic berwarna krem. Tepat di depan Kantor Desa Pasirdoton, pelaku yang dibonceng terlihat menyerang pengendara motor matic tersebut.
Kepala Desa Pasirdoton, Baesuni, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil pengecekan rekaman CCTV, ia menegaskan bahwa insiden itu bukanlah tawuran antar kelompok, melainkan aksi penyerangan oleh pengendara motor terhadap korban yang merupakan pelajar.
“Betul, tadi ada kejadian sekitar jam 14.00 WIB. Waktu itu memang SMP Negeri 1 Cidahu bubar. Kalau tidak salah motornya warna merah dan satu lagi warna putih. Katanya diserang pakai sabuk atau semacamnya. CCTV juga sudah diperiksa,” ujar Baesuni kepada sukabumiupdate.com.
Editor : Asep Awaludin